“Dari segi harga itu kami termurah, yang lain ada yang Rp1,6 miliar, di kami hanya Rp400 juta. Tim kami juga menciptakan inovasi untuk mempercepat pengerasan beton dan metode pelaksanaannya dengan menggunakan fly ash. Serta alat bantu yang lebih ramah lingkungan,” ujar Yuda.
Diakhir, Yuda menyampaikan, tim Spectra Yudisium ITN Malang merasa bangga dengan kemenangan yang berhasil diraihnya. Serta melihat hal tersebut sebagai nilai tambah dalam mencari pekerjaan di masa depan. (jup/rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







