Dirinya juga mendapatkan laporan dari para korban maupun keluarga korban, jika beberapa kali telah didatangi keluarga dari terduga pelaku. Dengan tujuan agar korban tidak menghadiri panggilan dari pihak kepolisian. Guna menindak lanjut dari proses hukum yang menyeret salah satu nama kyai tergolong kondang di Kabupaten Malang itu.
“Keluarga korban ada yang sempat didatangi beberapa keluarga terduga pelaku, untuk tidak menghadiri panggilan di kepolisian, seperti itu. Dan korban yang juga pada saat itu masih bersekolah disana ada yang menceritakan merasa tidak nyaman di sekolah,” paparnya.
Dari kejadian itu, bahkan ada korban yang mengalami gangguan tidur dikarenakan sering teringat perbuatan yang dilakukan dari terduga pelaku. Bahkan, jika ada seseorang yang mirip dari terduga pelaku, korban langsung pingsan.
Untuk saat ini, menurut Eva, pihak kepolisian masih terus memburu dan mencari keberadaan dari terduga pelaku. Yang di mana, hingga kini keberadaan yang bersangkutan masih belum diketahui.
“Kan ini juga sudah melibatkan Buser untuk pencarian terduga pelaku,” paparnya. (wul/mzm)
Baca juga:
- Toleransi Nyata, Gereja di Malang Jadi Persinggahan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Penonaktifan Mendadak PBI BPJS Kesehatan Picu Kekacauan, Begini Respon BPJS dan Kemensos
- Sepanjang 2025, 24 Ribu Wisatawan Asing Kunjungi Obyek Wisata Coban Sewu
- PCNU Kota Malang Dirikan 100 Posko Layanan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Kodim 0833 Gelar Gerakan Indonesia ASRI, Wujud Lingkungan Bersih dan Sehat








