Untuk langkah selanjutnya, dirinya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan lebih lanjut. Dia mengaku, pihaknya juga banyak dirugikan, dengan pemalsuan tandatangan dan pencemaran nama baik.
“Yang jelas nama baik kita diotak-atik kan. Kita tidak tahu apa-apa, kemudian muncul SPK, SPK palsu siap tandatangan. Tidak seperti itu tidak ada kaitannya dengan PT ACA,” tegasnya.
Bambang mengaku, dalam pemeriksaan itu dirinya hanya ditanya sebanyak tiga pertanyaan dari penyidik.
“Saya (dapat) 3 pertanyaan, ya ini bener gak, ini karyawan gak. Kemudian apa itu SPK itu bener gak, bapak kenal gak. Batang hidungnya aja gak pernah ketemu saya,” tandasnya. (ws6/rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







