Dijelaskan Djoni, mengutip pernyataan rekan-rekan cabor yang mendukungnya, bahwa dirinya dianggap mampu me-manage oraganisasi. Hal itu, diketahui ketika NK cafe yang berdiri diatas lahan 1,7 hektare itu bisa survive dikala pandemi covid-19 melanda.
“Karena saya suka berfikir out of the box untuk kemajuan. Saya suka membuat terobosan-terobosan yang baik. Saya itu pemikir yang tidak suka berhenti di kebiasaan, saya langsung mencoba berinovasi mencoba untuk lebih baik,” ungkap Djoni.
Menurutnya, pola tersebut telah dibaca dan dipelajari oleh rekan-rekan cabor, agar ada inovasi-inovasi di dalam pengelolaan olahraga di Kota Malang.
“Bukan hanya sebatas urusan atlet, tapi juga bisa membawa virus olahraga itu disenangi dan digemari oleh seluruh masyarakat Kota Malang,” tandasnya. (rhd)
Baca juga:
- Kodim 0833 Gelar Gerakan Indonesia ASRI, Wujud Lingkungan Bersih dan Sehat
- Kodim 0833 Bersama Polsek Klojen Hingga Pedagang Pabes Turut Gerakan Indonesia ASRI
- PWI Malang Raya dan Diskominfo Kota Malang Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Keterampilan Dasar Jurnalisme
- Sapa Driver Ojol Kota Batu, Kakorlantas Polri Dengar “Curhat” dan Ajak Jadi Pelopor Keselamatan Jalan
- Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah Tembus Final AFC Futsal 2026, Usai Tekuk Jepang 5-3








