“Dari awal September sudah diratakan. Saat ini proses lelang, jika sudah langsung dikerjakan. Targetnya sebelum akhir tahun. Yang jelas kalau lelang sudah selesai, bisa dibangun dan jika selesai akan dilaunching,” ucap Budiar.
Selain itu, problematika para pedagang yang masih belum mendapatkan lahan atau bedak masih menghiasi pasar tersebut.
“Kalau beroperasinya sudah normal. Sudah seperti dulu lagi, pasar tidak ada sistem zonasi. Tapi kalau masalah tempat masih banyak yang mengeluh, karena banyak yang merasa belum mendapatkan tempat yang layak,” jelasnya.
Ia mengaku, kondisi pasar sudah mulai lebih baik dibandingkan saat masih menempati relokasi. Maka dari itu, dirinya berharap agar permasalahan bedak segera dituntaskan dan pedagang mendapatkan tempat layak sesuai kebutuhan setiap pedagang.
“Tidak semua, cuma sebagian saja. Kalau operasional perdagangan sudah normal, sudah merasa nyaman dengan pasar yang sekarang. Harapannya yang lain segera mendapatkan tempat, karena kalau dari data terakhir masih sama membengkak dari sekitar 500 pedagang menjadi 800 lebih,” ungkapnya. (ws6/rhd)
Baca juga:
- Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Proyek IJD Rp28,1 Miliar
- 200 Becak Listrik Magnet Wisatawan Kota Malang, Pemkot Tata Tarif dan Sistem Operasional
- Menghidupkan Kembali “De Kleine Zwitserland”, Batu Heritage Walk 2026 Gali Potensi Museum Hidup di Kota Batu
- Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Rp2,7 Juta per Gram, Begini Cara Belinya
- 200 Pengayuh Becak Lansia di Kabupaten Malang Terima Bantuan Becak Listrik







