Malang, SERU.co.id – Cabe merah umumnya digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pelengkap untuk memasak. Jika tidak laku terjual, cabe merah akan terbuang karena busuk. Memaksimalkan potensi diversifikasi jenis makanan berbahan cabe, maka diolah menjadi kripik cabe merah.
Menyadari potensi ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mencoba berkreasi membuat kripik cabe merah. Dengan menggandeng ibu-ibu warga Asrama Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim RT 13 RW 03, Kelurahan Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
“Ide ini timbul untuk menambah nilai jual cabe merah, dengan cara mengolahnya menjadi kudapan unik, crunchy, enak, dan sehat yaitu Kripik Cabe Merah,” seru Ketua Tim PkB Polinema, Ellyn Eka Wahyu SSos MAB.

Disebutkannya, cabe merah adalah salah satu produk pertanian di Indonesia yang memiliki kandungan vitamin dan zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan. Seperti mengatasi hidung tersumbat, meredakan nyeri, meningkatkan imunitas tubuh melawan radikal bebas.
Tim dosen Jurusan Administrasi Niaga Polinema melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan pelatihan. Pelatihan membahas tentang diversifikasi cabe merah menjadi keripik cabe merah oleh home industry.
“Agar eksis, kami melakukan promosi dan dipasarkan dengan pangsa pasar luas yaitu masyarakat umum dan kaum milenial,” jelasnya.
Adanya diversifikasi produk ini, masyarakat atau home industry yang memproduksi keripik cabe merah dapat menambah penghasilannya. Tim memasarkan produk kripik cabe merah tersebut melalui media sosial Instagram @keripik_cabe_merah_malang.
Tim dosen PkM diketuai oleh Ellyn Eka Wahyu SSos MAB. Dengan anggota yaitu Yekie Senja Oktora SE MM, Drs Halid Hasan MStratHRM, Dra. Siti Nurbaya MAB, Dra Eny Widiyowati MPd. Serta melibatkan tenaga laboran/PLP Jurusan Administrasi Niaga, Winda Rachmawati AMd. (rhd)
Baca juga:
- Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Proyek IJD Rp28,1 Miliar
- 200 Becak Listrik Magnet Wisatawan Kota Malang, Pemkot Tata Tarif dan Sistem Operasional
- Menghidupkan Kembali “De Kleine Zwitserland”, Batu Heritage Walk 2026 Gali Potensi Museum Hidup di Kota Batu
- Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Rp2,7 Juta per Gram, Begini Cara Belinya
- 200 Pengayuh Becak Lansia di Kabupaten Malang Terima Bantuan Becak Listrik







