Batu, SERU.co.id – Perhelatan Nasional, Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2022 di Kota Batu, resmi ditutup oleh Wali Kota Batu, diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, di lapangan parkir Balai Kota Among Tani, Minggu (18/9/2022) pagi. Acara ini sebelumnya dibuka oleh Menteri Pertanian RI, H. Syahrul Yasin Limpo, Jumat (16 September 2022) lalu. Rembug KTNA merupakan agenda untuk menghasilkan rekomendasi untuk keberlangsungan pertanian di Indonesia.
Sekjen KTNA, Kusyanto menjelaskan, dari hasil Rembug Utama ini didapatkan 13 pokok hal yang penting. Beberapa hasil yang disebutkan mencakup tentang distribusi pupuk bersubsidi, regulasi harganya, usaha untuk swasembada beras dan mendorong impor beras.
“Serta kemudahan untuk petani dikala meningkatnya harga BBM,” serunya.
Kusyanto juga menjelaskan tentang adanya gerakan program pertanian kehutanan. Program tersebut terkait dengan pemanfaatan sumber daya hayati untuk menghasilkan bahan pangan dengan menggunakan dan memanfaatkan pengelolaan hutan. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi SP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kedatangan para peserta KTNA 2022 di Kota Batu. Kehadiran ribuan peserta KTNA 2022 telah memberi keuntungan tersendiri bagi perekonomian Kota Batu. Termasuk menambah pengetahuan bagi petani di Kota Batu tentang kemajuan pertanian dari beberapa daerah melalui kegiatan Agro Expo Pertanian.
“Dengan kedatangan anda sekalian, PAD Kota Batu naik dan masyarakat pun mendapatkan kesejahteraan,” tukas Asmadi. (dik/mzm)
Baca juga:
- Personel Kodim 0833/Kota Malang Sukseskan Aksi Indonesia ASRI Sinergi Jaga Kebersihan Lingkungan
- Sudah Terlalu Tua, SDN 2 Pakisjajar Bakal Dibongkar dan Dibangun Ulang Tahun 2027
- Danramil Sukun Bekali Wasbang Guru Sekolah Sukma Kebonsari
- Satgas ITR Pemkab Jember Temukan Tunggakan Pajak Rp1,6 Miliar Saat Sidak Pertambangan di Gunung Sadeng
- Strategi Entaskan Kemiskinan, Pemkab Jember Siapkan Kolaborasi Perhutanan Sosial Lewat Skema IAD









