Taufik mengatakan, pihaknya akan mendalami penyebab oknum polisi meminta wartawan untuk bicara dengan pohon. Ia menduga, terdapat kemungkinan video terpotong sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda.
“Mungkin itu videonya hanya sepotong jadi orang penafsirannya berbeda, apa sebabnya kan, nanti akan dicek lagi,” kata Taufik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut terkait perkembangan pemeriksaan oknum polisi tersebut. (hma/rhd)
Baca juga:
- Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Proyek IJD Rp28,1 Miliar
- 200 Becak Listrik Magnet Wisatawan Kota Malang, Pemkot Tata Tarif dan Sistem Operasional
- Menghidupkan Kembali “De Kleine Zwitserland”, Batu Heritage Walk 2026 Gali Potensi Museum Hidup di Kota Batu
- Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Rp2,7 Juta per Gram, Begini Cara Belinya
- 200 Pengayuh Becak Lansia di Kabupaten Malang Terima Bantuan Becak Listrik







