Atas kondisi tersebut, Handi mengimbau kepada masyarakat, agar tidak berkerumun dan menggunakan fasilitas penyebrangan sebagai ajang fashion show. Sehingga di kawasan destinasi wisata di tengah kota tersebut terbebas dari macet.
“Zebra cross ini kan untuk orang menyebrang, bukan untuk fashion show. Apalagi Kayutangan kan terletak di jantung kota. Memang yang fashion show hanya satu-dua, tapi yang nonton kan berkerumun dan banyak,” tandas Handi. (bim/rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







