Advokad Law Office M. Sa’i Rangkuti Assosiates All Out Dampingi Vivi Damayanti

OPTIMIS : M Sa’i Rangkuti, SH.,MH, Beni Syahputra, SH, Rahmad Makmur, SH.,MH dan Sonang Basri Hasibuan, SH.MH, masing-masing para pengacara di Law Office  M. Sa’i Rangkuti & Assosiates, optimis memenangkan Sengketa Tanah di Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya. (fan)

Sengketa Tanah Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan

Surabaya SERU.co.id –  Vivi Damaayanti (33) warga  Jalan Belimbing III/2PCI  Desa Wadungasri Kecamatan Waru, Sidoarjo akhirnya menunjuk Advokad & Konsultan Hukum pada Law Office M. Sa’i Rangkuti & Assosiates yang berkantor di Jalan Timor No. 179 Medan. Itu setelah tanah yang dimiliki, yang berada di Jalan Raya Babatan VI Unesa Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya dipersoalkan oleh pihak lain.

Sebelumnya upaya mediasi yang dilakukan oleh Lurah Lidah Wetan untuk masalah tersebut gagal. Gagalnya mediasi tersebut berdasarkan keputusan sepihak, karena tanpa dihadiri Vivi selaku pemilik tanah. Akhirnya,  Vivi  menempuh jalur hukum untuk memperjelas  kepemilikan aset  yang dimiliki dengan menunjuk  Advokad Law Office M. Sa’i Rangkuti  Assosiates.

Advokad ini merupakan  salah satu pengacara papan atas dari Sumatra Utara. Dia   didatangkan  jauh-jauh  dari  Sumatera Utara karena reputasi yang dimiliki selama mendampingi kliennya di seluruh Indonesia.

Para pengacara  yang   tergabung  Advokad & Konsultan Hukum pada Law Office M. Sa’i Rangkuti & Assosiates adalah M Sa’i Rangkuti SH MH, Beni Syahputra SH, Rahmad Makmur, SH.MH dan Sonang Basri Hasibuan, SH.MH.  M. Sa’i Rangkuti  adalah  Dir. Advokasi Hukum Jamin (Jokowi – Ma’ruf Amin) Sumatera Utara  dan  Ketua Jamin Sumatera Utara Ir. H. Erwan Rozadi Nasution.

Mereka ini segera mengambil langkah hukum setelah mempelajari berkas dan menandatangani surat kuasa dari Vivi Damayanti.  “Kami mau menerima kuasa dari Vivi, karena dia perlu pendampingi secara hukum. Prinsip kami mau menerima pendampingan,  ketika klien kami dalam posisi benar dari kacamata hukum,” terang  M.Sa’i Rangkuti.

Dan ini dialami Vivi, pemilik tanah seluas 180 M2  di Jalan Raya Babadan VI Unesa Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya. Tanah itu, lanjut Beni Syahputra, SH diperoleh dengan cara ganti rugi dari Siti Maemunah.  Hal ini dibuktikan dengan surat perjanjian antara Vivi Damayanti dengan Siti Maemunah yang ditandatangani pada 7 Juni 2016.

Dalam surat perjanjian itu, lanjut  Sa’i, juga disertai dengan pemberian ganti rugi berupa tanah ukuran 4 X 20 meter dengan harga Rp 38, 5 juta pada tanggal 16 Juni 2016. Vivi juga memberikan ganti rugi dengan membeli tanah dari Purwati dengan ukuran 5 X 20 dengan harga Rp 85 juta pada 24 Oktober 2016.

Selanjutnya, Vivi membangun dua  usaha permanen di tas lahan yang diperoleh dengan cara ganti  rugi. Usaha itu dilakukan sejak 2016 hingga sekarang. Namun di tengah perjalanan bisnis yang dilakukan, ada pihak lain yang ingin menguasai   tanah  dimiliki  sejak 2016. “Karena ada pihak lain yang mengusai tanah milik Vivi, kami akhirnya menempuh langkah hukum. Karena mediasi dan  somasi  menemui jalan buntu, kami akan membawa kasus ini dengan melapor ke polisi,” tutur M. Sa’i Rangkuti. (fan/ono)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *