Sekda Syaifullah Tanggapi Santai Tudingan Mutasi ASN Bondowoso Salahi Ketentuan

Bondowoso,SERU- Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, H. Syaifullah menanggapi santai tudingan berbagai kalangan terhadap mutasi dan promosi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III dan IV Pemkab Bondowoso pada 21 September lalu, yang dinilai menyalahi ketentuan, lantaran tidak melibatkan Tim Baperjakat dan Wabup Bondowoso. Karena, menurut Syaifullah, proses mutasi dan promosi ASN sudah sesuai ketentuan dan melibatkan Tim Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Bondowoso.

Tanggapan Syaifullah itu disampaikan kepada sejumlah wartawan di ruang pertemuan Sekretariat Pemkab Bondowoso, Rabu sore (1/10/2019). ”Mutasi dan promosi ASN pada 21 September lalu, melalui aturan dan regulasi yang ada. Begitu juga anggota Baperjakat yang sedang di luar kota, kita tetap mintai pendapat. Jadi, dalam proses mutasi dan promosi ASN, itu anggota Tim Baperjakat kita libatkan,” katanya didampingi Plt Kepala BKD Ahmad Prayitno dan Kepala Inspektorat Wahyudi Triatmadji.

Bahkan, dalam proses mutasi dan promosi ASN, tambah Syaifullah, Tim Baperjakat yang diketuai Sekda Bondowoso sudah mempertimbangkan nama dan kepangkatan yang diusulkan. Selain itu, mutasi dan promosi dikaji berulang-ulang dan melalui rapat koordinasi terlebih dahulu. “Jadi, mutasi dan promosi itu melalui tiga tahapan, yaitu. memilih siapa ASN yang dimutasi dan dipromosi, lalu dirapatkan Tim Baperjakat, dan kemudian meminta persetujuan Bupati untuk memperoleh SK. Jadi, tidak bisa didasarkan kepentingan atau suka dan tidak suka. Tapi, harus sesuai regulasi,” jelasnya.

Mengenai kabar Wabup Irwan Bachtiar tidak dilibatkan dalam mutasi dan promosi ASN, Syaifullah enggan menanggapi. Karena, dia tidak ingin pernyataannya dipolitisasi dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. ”Kalau pernyataan, itu menjadi kewenangan beliau (bupati, red). Yang jelas, mekanisme mutasi dan promosi ASN pada 21 September lalu sudah sesuai ketentuan atau regulasi dan mutlak ada pada beliau,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mutasi dan promosi 182 ASN Pemkab Bondowoso pada 21 September 2019 menyisakan masalah. Berbagai kalangan masyarakat Bondowoso, baik anggota DPRD maupun lembaga swadaya masyarakat menuding mutasi dan promosi ASN yang dilakukan Bupati Salwa dan TiM Baperjakat yang diketuai Sekda Syaifullah diduga melanggar ketentuan atau regulasi. Bahkan,  anggota Tim Baperjakat, Wahyudi Traiatmadji  Kepala  Inspektorat Bondowoso mengaku tidak dilibatkan dalam proses mutasi dan promosi ASN eselon III dan IV ini. (ido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *