Baru 17.000 Bumil dan Balita Malang Dapat MBG, Percepatan Terhambat Pendataan hingga Dinamika Penolakan

Baru 17.000 Bumil dan Balita Malang Dapat MBG, Percepatan Terhambat Pendataan hingga Dinamika Penolakan
Petugas SPPG saat menyiapkan distribusi MBG. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Tercatat cakupan penerima MBG untuk kelompok B3 (Ibu hamil, ibu menyusui dan Balita) di Kota Malang baru berada di angka 17.000 penerima manfaat. Upaya percepatan mencapai target masih terhambat proses pendataan hingga dan dinamika penolakan dari masyarakat.

Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah mengungkapkan, target penerima MBG dari kelompok B3 di Kota Malang sebanyak 50.000 penerima manfaat. Namun, saat ini baru mencakup sekitar 17.000 penerima manfaat atau sepertiga dari target yang ditetapkan.

Bacaan Lainnya

“SPPG sudah banyak yang melayani kelompok B3. Hanya saja secara jumlah memang bertahap,” seru Athok, sapaannya, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, belum tercapainya target penerima manfaat terutama disebabkan oleh proses pendataan dan validasi yang membutuhkan waktu. Terlebih, sejumlah SPPG baru mulai beroperasi melayani MBG.

Koordinator SPPI Kota Malang menjelaskan, baru sepertiga kelompok B3 yang mendapatkan MBG. (Seru.co.id/bas)
Koordinator SPPI Kota Malang menjelaskan, baru sepertiga kelompok B3 yang mendapatkan MBG. (Seru.co.id/bas)

“Kendalanya lebih ke prosesnya. Banyak SPPG yang baru beroperasi. Sembari sambil memperbarui data dan proses validasi data itu yang membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Dalam proses pendataan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Data calon penerima disiapkan oleh BKKBN, kemudian SPPG berkoordinasi dengan PLKB dan kader lapangan untuk melakukan penghimpunan serta verifikasi data.

Ia pun mengakui, terdapat sebagian masyarakat yang memilih tidak menerima MBG. Sebagian masyarakat merasa kemampuan ekonominya sudah mencukupi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan asupan gizinya sendiri.

“Kalau faktor penolakan mungkin ada sebagian, tetapi tidak banyak. Dari laporan yang kami terima, ada yang merasa sudah bisa mencukupi diri sendiri dan menganggap masih ada yang lebih membutuhkan,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya bersama Satgas MBG dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Malang terus berupaya meningkatkan jumlah penerima manfaat. Pihaknya optimistis, target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Posyandu sebagai salah satu sarana penyaluran dan pemantauan program MBG bagi kelompok B3. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Malang.

“Kalau bisa melalui Posyandu, ya melalui Posyandu. Supaya stunting di Kota Malang bisa turun,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id