Pemkab Jember Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Lapak hingga RPH Jelang Iduladha

Pemkab Jember Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Lapak hingga RPH Jelang Iduladha
Suasana lapak hewan ternak kambing di Jember. (Ist.)

Jember, SERU.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember mengintensifkan pemeriksaan dan pengawasan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan hewan kurban terjaga, mulai dari lapak penjualan dadakan hingga Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DKPP Jember, Henry Kurniawan Mulyodiputro menyatakan, penelusuran kesehatan hewan telah diperketat sejak pertengahan Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Pengawasan ini dinilai krusial mengingat mulai maraknya kandang penjualan hewan kurban di pinggir jalan, terutama di kawasan perkotaan.

“Sejak 18 Mei 2026, kami sudah melakukan survei awal ke pedagang yang mendirikan kandang penjualan hewan kurban,” seru Henry, Sabtu (23/5/2026).

Henry menegaskan, upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi syarat syariat dan kesehatan. Salah satu fokus utama DKPP adalah mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sebagai langkah antisipasi dari tahun-tahun sebelumnya, kami telah menyuntikkan vaksin kepada 40 ribu ekor hewan ternak untuk meminimalisasi PMK. Program vaksinasi ini akan terus berjalan sepanjang tahun,” ujarnya.

Menurut Henry, penularan PMK di Jember saat ini relatif terkendali. Kasus terakhir ditemukan pada Februari 2026 lalu. Saat itu, hanya ada dua ekor sapi yang teridentifikasi positif dan langsung ditangani dengan cepat.

“Untuk memaksimalkan pengawasan, DKPP Jember juga menggandeng berbagai organisasi kesehatan hewan untuk turun langsung ke seluruh kecamatan di Jember,” paparnya.

DKPP Jember, lanjut Henry, telah menyiagakan puluhan tenaga kesehatan hewan. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih).

“Pemeriksaan komprehensif ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit dalam yang berbahaya jika dikonsumsi manusia,” ungkapnya.

Nantinya, tim di lapangan akan memastikan organ dalam hewan kurban. Terbebas dari penyakit berbahaya.

“Seperti cacing hati atau gangguan paru-paru,” tambahnya.

“Di RPH, kami sudah menyiapkan disinfektan dan berbagai perlengkapan yang memadai. Hal ini dilakukan demi menjamin kualitas dan kebersihan daging kurban yang akan didistribusikan,” tandasnya. (sgt/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id