Purwakarta, SERU.co.id – Seorang tuan rumah pemilik hajatan pernikahan meninggal usai diduga dikeroyok sekelompok pemuda di Desa Kertamukti, Purwakarta. Peristiwa nahas itu diduga karena korban menolak permintaan uang jatah preman dari Rp100 ribu meningkat menjadi Rp500 ribu oleh pelaku. Polisi kini telah mengidentifikasi para pelaku dan masih melakukan pengejaran serta pendalaman kasus.
Berawal dari Dugaan Jatah Preman
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sekelompok pria datang ke lokasi dan meminta sejumlah uang diduga ‘jatah preman’. Awalnya, pihak keluarga sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Namun, kelompok tersebut kembali meminta tambahan hingga Rp500 ribu.
“Korban menolak memenuhi permintaan kedua tersebut, sehingga situasi berubah menjadi keributan. Dalam kondisi kacau, Dadang (58) yang sedang mengurus jalannya acara menjadi sasaran kekerasan,” seru Enjang, dikutip dari Kompascom, Minggu (5/4/2026).
Korban diduga dipukul menggunakan benda keras, termasuk bambu, pada bagian kepala. Akibatnya, korban langsung tak sadarkan diri di lokasi. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.
Pelaku Berjumlah 10 Orang
Adik korban, Asep Wahyu mengungkapkan, jumlah pelaku diperkirakan cukup banyak, sekitar 10 orang. Ia menyebut, beberapa pelaku menyerang kakaknya. Sementara lainnya juga melakukan kekerasan terhadap dirinya.
“Ke kakak saya ada tiga orang, ke saya sekitar delapan orang. Totalnya sekitar 10 orang,” ujar Asep.
Asep mengaku, tidak mengenal para pelaku, karena dirinya tinggal di Karawang. Sementara kakaknya menetap di Purwakarta. Insiden tersebut sempat membuat situasi di lokasi hajatan tidak terkendali.
Pelaku dalam Pengejaran
Polisi telah melakukan olah TKP dan menemukan barang bukti berupa belahan bambu. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun menyatakan, identitas para pelaku sudah diketahui dan saat ini tengah dalam pengejaran.
“Untuk memastikan penyebab kematian, polisi telah melakukan visum dan autopsi terhadap jenazah korban. Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dengan pemeriksaan intensif terhadap para saksi,” pungkasnya. (aan/rhd)









