Pemkab Malang Targetkan Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Jadi 4,8 Persen

Pemkab Malang Targetkan Turunkan Tingkat Pengangguran Terbuka Jadi 4,8 Persen 
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Tri Darmawan saat memberi arahan bagi calon TKI di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang. (Wul)

Malang, SERU.co.id Di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan genjot penurunan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,8 persen. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS),  di tahun 2025 TPT di Kabupaten Malang mengalami penurunan 0,13 persen yang sebelumnya mencapai 5.13 persen.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Tri Darmawan menjelaskan, dari hasil pendataan tersebut juga angka pengangguran didominasi adalah oleh lulusan SMP, SMA/SMK sederajat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, proses penghitungan TPT tersebut terpatok dari jumlah angkatan kerja, yang kini tercatat sebanyak 1,53 juta jiwa. Sehingga 5 persen dari total tersebut, setidaknya masih ada 80 ribu jiwa yang tidak bekerja.

“Kami dari dinas berupaya agar TPT bisa turun lagi. Kalau dihitung dari rata-rata di provinsi Jawa Timur kan masih jauh yaitu di angka 3,8 persen,” seru Tri, sapaan akrabnya.

Dirinya mengaku, untuk menekan angka pengangguran sesuai dengan target, pihaknya akan melakukan beberapa terobosan. Seperti halnya, membuat pelatihan, sehingga para para pencari kerja ini bisa membuka lapangan kerja sendiri dengan berwirausaha.

“Kalau bisa mereka gak perlu bekerja ikut orang, yang ada malah mereka bisa membuka rekrutmen lewat kegiatan kami diperluasan kesempatan kerja. Alhamdulilah mereka sudah banyak menjadi usaha kecil-kecil,” terang Tri.

Pria ramah itu menuturkan, selain itu pihaknya juga akan lebih gencar mensosialisasikan program SIAPkerja. Dengan aplikasi tersebut, para pencari kerja mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Di mana sasaran utamanya adalah sekolah-sekolah, setidaknya ada 300 lembaga yang ada di Kabupaten Malang.

“Saat ini kita memiliki 144 SMK, 60 SMA dan 89 MA, ibaratnya ini menjadi tantangan kami. Namun tetap kami sosialisasikan untuk mengurangi TPT di Kabupaten Malang di tengah keterbatasan SDM kami,” ungkapnya.

“Minimnya informasi lowongan pekerjaan menjadi salah satu alasan masih banyak pengangguran di Kabupaten Malang. Padahal, kementerian ketenagakerjaan (Kemenaker) memiliki aplikasi SIAPkerja. Aplikasi ini sudah ada sejak lama. Tapi mereka banyak yang tidak tahu (SMA/SMK),” imbuh Tri. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id