Dishub Pantau Tujuh Titik Prioritas Keluar Masuk Kota Malang Jelang Nataru

Dishub Pantau Tujuh Titik Prioritas Keluar Masuk Kota Malang Jelang Nataru
Lalu lintas kendaraan di Kota Malang mulai padat menjelang Nataru. (bas)

Malang, SERU.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memantau tujuh titik prioritas keluar masuk yang tersebar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dishub memprediksi jutaan kendaraan keluar masuk Kota Malang selama Nataru.

Kepala Dishub Kota Malang, Drs R Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, survei Kemenhub menunjukkan perkiraan pergerakan masyarakat secara nasional meningkat 7 persen. Namun khusus untuk Kota Malang, diperkirakan naik sebesar 2,71 persen selama Nataru.

Bacaan Lainnya
Kepala Dishub Kota Malang menjelaskan, prediksi keluar-masuk kendaraan selama Nataru. (bas)
Kepala Dishub Kota Malang menjelaskan, prediksi keluar-masuk kendaraan selama Nataru. (bas)

“Angka ini mencakup pergerakan orang, termasuk yang menggunakan kendaraan pribadi di dalamnya. Kota Malang berpotensi menjadi titik sentral, baik sebagai tujuan wisata maupun jalur lintasan kendaraan,” seru Jaya, Sabtu (20/12/2025).

Jaya mengatakan, jika akses menuju Kota Batu sudah padat, arus kendaraan kemungkinan akan dialihkan melalui Tol Pakis atau Tol Madyopuro. Kawasan-kawasan di perbatasan keluar-masuk Kota Malang menjadi titik paling rawan, sehingga akan dipantau secara khusus.

“Titik pantau menyasar Jl MT Haryono, Jl S Supriyadi, Jl Kol Sugiono, Jl Ahmad Yani, Jl LA Sucipto, Jl Ki Ageng Gribig dan Jl Mayjen Sungkono. Fokus paling utama kami adalah mengatur arus masuk ke Kota Malang dari arah Ahmad Yani,” ungkapnya.

Jaya menyebut, berdasarkan kajian FLLAJ, prediksi lalu lintas kendaraan paling padat saat Natal. Diprediksi, kendaraan yang masuk Kota Malang mencapai 753.380 kendaraan, mencakup kendaraan roda dua, roda empat, bus dan truk.

“Sementara kendaraan yang keluar saat Natal diprediksi mencapai 680.683 kendaraan. Jumlah kendaraan keluar-masuk Kota Malang selama Natal diprediksi lebih banyak,” terangnya.

Jaya lantas memaparkan perbandingannya dengan prediksi arus lalu lintas kendaraan saat momen Tahun Baru. Diprediksi, kendaraan masuk Kota Malang sebanyak 599.654 kendaraan dan yang keluar kota sebanyak 568.186 kendaraan.

Jika ditotal, prediksi kendaraan masuk Kota Malang selama Nataru sebanyak 1.353.034 kendaraan. Adapun yang keluar Kota Malang diperkirakan sebanyak 1.248.869 kendaraan.

Terkait rekayasa lalu lintas, ia menjelaskan, Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa yang bersifat insidental dan sementara. Hal itu menyesuaikan kondisi di lapangan selama Nataru nanti.

“Kami juga menyiagakan Pos Pelayanan, Pos Pantau, serta Pos Pengamanan di titik-titik strategis. Semuanya didukung teknologi seperti Area Traffic Control System (ATCS) dan CCTV,” ujarnya.

Dishub Kota Malang juga melakukan koordinasi lintas wilayah Malang Raya, seperti untuk memantau jalur yang biasa dilalui menuju pantai. Titik kepadatan di wilayah perbatasan umumnya terjadi di kawasan Kacuk-Sukun hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung-Pakisaji.

“Permasalahan transportasi ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan koordinasi,” pungkasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id