Sebar Rekaman VCS Sang Pacar, Pelantun Lagu Ganjar Diringkus Polres Pamekasan

Kacong Arye alias J saat saat dibawa tim Polres Pamekasan. (Seru.co.id/udi) - Sebar Rekaman VCS Sang Pacar, Pelantun Lagu Ganjar Diringkus Polres Pamekasan
Kacong Arye alias J saat saat dibawa tim Polres Pamekasan. (Seru.co.id/udi)

Pamekasan, SERU.co.id – Kacong Arye, pelantun lagu Ganjar versi hadrah Madura resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pamekasan.

Youtuber asal Kabupaten Sumenep itu dinyatakan melanggar Undang-undang pornografi lantaran menyebar rekam layar saat Video Call Sex (VCS) bersama sang pacar.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Wakapolres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo, penyebaran itu dilakukan lantaran kesal dan sakit hati karena diputus oleh sang pacar inisial RW. Tepatnya, kejadian itu pada bulan November 2022 lalu sekitar jam 23.00 WIB.

“Saat video call RW tidak menggunakan pakaian, kemudian Kacong Arye atau J melakukan perekaman layar tanpa sepengetahuan RW,” serunya saat konferensi pers, di halaman Joglo Mapolres Pamekasan, Selasa (6/2/2024) siang.

Baca juga: Polres Malang Tak Butuh Lama Ungkap Gembong Narkoba

Usai melakukan VCS bersama sang pacar dan merekam tanpa pengetahuan RW. Kacong Arye mengirimkan rekamannya kepada saksi MMS yang durasi 38 detik pada Rabu (7/6/2023) lalu sekitar jam 18.15 WIB.

“Akibat dari kejadian tersebut RW merasa kehormatan dan nama baiknya tercemarkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kompol Andy mengungkapkan, motif Kacong Arye menyebarkan VCS itu lantaran sakit hati karena enam bulan menjalin hubungan kemudian diputus cinta oleh sang pacar.

“Berawal dari pacaran kemudian diputus, setelah diputus merasa sakit hati dan melakukan perbuatan tersebut,” ungkapnya.

Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke 77, Polda Jatim Gelar Festival Hadrah

Disaat yang sama, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan menegaskan, dari kasus pornografi itu Kacong Arye atau J dikenakan undang-undang pornografi.

“Pelaku dijerat dengan pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun,” tutupnya. (udi/mzm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *