UMK Kota Malang Didok Naik Jadi Rp3,33 Juta

Ilustrasi pekerja. (ist) - UMK Kota Malang Didok Naik Jadi Rp3,33 Juta
Ilustrasi pekerja. (ist)

Malang, SERU.co.id – Per tanggal 1 Januari, Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2024 Kota Malang telah sah dinaikkan sebesar 4,27 persen. Dari tahun 2023 naik menjadi Rp 3,33 juta terhitung, Jumat (1/1/2024).

Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Sastyawan mengatakan, kenaikkan UMK Kota Malang tahun 2024 merujuk Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur. Nomor 188/656/KPTS/013/2023 tentang Upah Minimum Kabupaten dan Kota di Jawa Timur tahun 2024, kamis (30/11/2023).

Bacaan Lainnya

“Terdapat dua rekomendasi yang diajukan dalam rapat pleno, yakni kenaikan UMK sebesar 4,27 persen atau Rp 136.517,71. Kemudian menjadi Rp 3.330.661,69,” terang Arif.

Baca juga: DPRD Kota Malang Akan Kawal UMK Kota Malang

Sebelumnya, usulan kenaikan UMK Kota Malang ini telah diusulkan dalam rapat sidang pleno. Oleh Dewan Pengupahan Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) pada 22 – 23 November 2023 lalu.

Kenaikan ini berdasar hasil rumusan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 menggunakan alpha 0,2 yang menghasilkan besaran Rp3,330.661,69 tersebut.

Arif menegaskan, selain opsi kenaikan 4,27 persen, juga diusulkan kenaikan sebesar 15 persen. Selanjutnya dilaporkan kepada Pj Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM dan dikirimkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk ditetapkan di tahun 2024.

Di sisi lain, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Malang, Suhirno mengajukan usulan kenaikan UMK sebesar 15 persen. Dengan mengabaikan landasan perhitungan rumusan.

Baca juga: Pengumuman UMK 2023 Diundur ke 7 Desember

“Kami Serikat Pekerja mengajukan usulan kenaikkan UMK Rp200 ribu, karena melihat laju perekonomian Indonesia cukup meningkat,” tandasnya.

Menurutnya, kenaikkan UMK merupakan bagian dari distrik perekonomian yang selalu diiringi banyak polemik. Terlebih setelah pandemi covid-19 berlalu, Indonesia baru saja pulih dari masalah perekonomian. Sehingga masyarakat masih dalam proses kebangkitan ekonomi yang lebih baik. (ws9/rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *