“Dan jatuhnya, masih lebih murah masih Rp200-300 jutaan dengan pajak tahun sekitar Rp300 ratus ribuan. Dibandingkan mobil listrik lain yang harganya diatas Rp800 jutaan, pajaknya juga lebih tinggi,” tegas Yudi.
Pengakuan salah satu pemilik mobil, Firman menyatakan, alasan dirinya memilih Wuling Air ev karena ukurannya kecil. Sehingga gampang parkir, gesit dan lincah saat macet dan masuk gang, serta harganya terjangkau.
“Kalau sudah harganya terjangkau dan irit, tentu sudah menjawab permasalahan bangsa ini. Dimana harga BBM naik, macet dimana-mana, polusi juga tinggi, nah Wuling Air ev ini pilihan saya,” tandas Firman. (rhd)
Baca juga:
- Pakar Pariwisata Dorong Pemkot Batu Terapkan E-Parkir di Seluruh Destinasi Wisata
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund







