“Paska adanya penetapan penyesuaian harga BBM tadi siang, terpantau tidak ada kondisi panic buying. Semuanya normal, kalau pun ada antrian pengisian BBM di beberapa SPBU,mengingat akhir pekan. Kondisi lalulintas memang terjadi peningkatan kendaraan dari luar kota yang masuk di wilayah Kota Malang,” imbuhnya.
Untuk itu, Kapolresta Malang Kota menghimbau bagi para masyarakat tetap tenang, kemudian jangan terpancing isu-isu negatif maupun berita hoax dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Pihaknya menggandeng TNI, dan beberapa stakeholder dan berbagai elemen akan selalu berupaya terus bekerjasama dan berkolaborasi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Malang, paska penetapan harga BBM.
Diketahui, kenaikan BBM tersebut meliputi pertalite, dari yang sebelumnya Rp7.600 per liter, menjadi Rp10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter. Kemudian Pertamax, dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. (ws6/ono)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







