Dia menjelaskan, jika Pancasila sendiri sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara memiliki berbagai fungsi. Diantaranya, sebagai dasar falsafah negara (sumber hukum negara), sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
“Pancasila juga sebagai pemersatu bangsa Indonesia, sebagai perjanjian luhur para pendiri bangsa Indonesia. Dan Pancasila itu sebagai ilmu pengetahuan,” terangnya lebih lanjut.
Dengan warisan ideologi para pendahulu tersebut, dirinya berharap untuk nilai-nilai yang terkandung dari setiap sila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu menerima segala bentuk perbedaan, karena Indonesia sendiri ditakdirkan dalam bentuk majemuk.
“Karena hanya Pancasila yang berhasilkan mempersatukan kita, tentu dengan ‘Bhinneka Tunggal Ika’, yang tanpa membeda-bedakan suku, agama, etnis dan semacamanya. Sehingga sampai saat ini, kita terus dapat menjaga persatuan dalam bingkai Pancasila,” tutupnya. (bim/mzm)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







