Klenteng kuno yang terbakar, resmi direnovasi

Probolinggo Seru.co.id-Sempat terbakar pada  sabtu (17/05/2019) malam, Klenteng TITD Sumber Naga  di kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, secara resmi direnovasi pada selasa (17/09/2019), sebagai simbolis mulainya renovasi wakil Walikota Probolinggo HM Soufis Subri, BPCB Jatim Nurfadilah Syarifah Ketua Klenteng Adi Sutanto Saputra, dan arsitek bangunan Ir. Matius Kosasih melakukan pemukulan palu pada lantai bangunan klenteng.

Wawali mengatakan bahwa lebih tepatnya ini perbaikan klenteng ini bukan renovasi, tetapi restorasi, karena ini bukan sekedar perbaikan agar bagus kembali, namun bagaimana perbaikan klenteng ini agar kembali seperti semula, agar warisan leluhur tiaonghua ini tetap sama seperti awal dibangun pada tahun 1865 M.
“Lebih tepatnya bahasa perbaikan ini bukan renovasi, tapi restorasi, ini makna yang berbeda, kalo restorasi harus mampu mengembalikan bentuk aslinya, semirip mungkin sedetail mungkin” ujar Wawali HM Soufis Subri

Fakta mengejutkan yang diungkapkan arsitek yang akan melakukan restorasi klenteng Ir. Matius Kosasih, bahwa setiap meja dalam klenteng mempunya jarak yang sama, setelah pihaknya melakukan pengecekan, dan disetiap kayu penyanggah atap klenteng ada gantungan besi kecil yang berjumlah sama pada setiap kayunya, dan ini juga mengandung makna.


“Kalo pembangunannya itu bisa cepat, namun ornamen didalamnya itu yang harus dikumpulkan data detail dulu, sebab ditembok itu kan ada tulisan, ya mungkin ada jemaat atau pengurus punya fotonya, itu bisa dicocokkan dan dijadikan contoh” Ungkap Martius Namun ada perubahan yang signifikan, Pihak klenteng akan meninggikan bangunan utama yang terbakar ini sekitar 1 meter, sebab jika musim hujan datang air hujan masuk kedalam klenteng, agar tidak kebanjiran lagi saat musim hujan, meninggikan bangunan klenteng ada solusi yang sudah menjadi kesepakatan pengurus klenteng.
Untuk pendanaan perbaikan klenteng TITD sumber naga ini diestimasikan sekitar 3M, dana ini berasal dari donatur, Jemaat dan dari klenteng-klenteng dari daerah lain, juga dari Klenteng TITD sendiri. Pemerintah kota sendiri juga sudah menganggarkan untuk klenteng TITD sumber naga ini.

“Kalo secara De Facto ini memang cagar budaya, namun secara De Jure ini masih kita urus, namun tuhan berkata lain, terjadi musibah kebakaran ini, Ini hanya pendapat saya, Biarlah klenteng yang dulu ikut leluhur, dan ini dibangun kembali untuk penerus leluhur” Pungkas Subri. (Wyd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *