Tidak Lolos Seleksi Pilkades, Kades Tamanagung Laporkan Panitia Pilkades

MELAPOR : Kades Tamanagung Khoirul Anam (baju batik) didampingi penasihat hukum, Supriyadi usai melaporkan Pantia Pilkades Tamanagung, Selasa (10/9/2019) siang.

Banyuwangi  SERU – Kepala Desa (Kades) Tamanagung, Kecamatan Cluring, Khoirul Anam melaporkan ke Polres Banyuwangi Pantia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tamanagung atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugasnya, sehingga merugikan orang lain.

Penasihat hukum Khoirul Anam, Supriyadi mengungkapkan Khoirul Anam merasa dirugikan dengan kebijakan yang dilakukan oleh panitia Pilkades dan BPD dalam memberikan penilaian (sekor) yang tidak adil, sehingga sangat merugikan kliennya (Khoirul Anam) yang nota Bene sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Tamanagung. Tidak lolos dalam bursa Pilkades Desa Tamanagung. “Sebelum menjabat menjadi Kades Tamanagung, Pak Khoirul Anam itu menjabat sebagai Kepala Dusun selama 10 tahun,” ungkap Supriyadi, kepada SERU.co.id. Selasa (10/9/2019) siang.

Jika mengacu pada masa kerja, kata Supriyadi, sekor yang harus diberikan kepada Khoirul Anam itu 20, bukan 15. “Akibat pemberian sekor tersebut, pak Khoirul Anam tidak lolos dalam Pilkades Desa Tamanagung, dan ini sangat merugikan klien saya, makanya saya laporkan ke penegak hukum,” tegasnya.

Anehnya lagi, lanjut Supriyadi ketika dirinya menanyakan masalah sekor yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), Panitia Pilkades Tamanagung seolah tidak menggubris dengan Perda Pilkades.  “Panitia malah ngomong, kedudukan  Tata Tertib (Tatib) Pilkades itu lebih tinggi dari Perda,” selorohnya.

Kejanggalan yang lain, ungkap Supriyadi saat pemberian sekor kepada Bacakades, pihak panitia tidak terbuka. “Klien saya tahu-tahu diberi hasil, dan mendapat rangking 6 sehingga tidak lolos dalam Pilkades Tamanagung,” ungkapnya.

Khoirul Anam berharap, laporan yang sudah dimasukkan ke Polres Banyuwangi tersebut segera ditindak lanjuti. “Kasus ini sudah saya laporkan, dan saya mohon keadilan benar-benar ditegakkan,” harapnya

Terkait Pilkades serentak yang digelar pada 9 Oktober 2019 mendatang, banyak Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) yang mengaku dirugikan oleh Pantia Pilkades atau Tim Seleksi (Timsel) Pilkades. Bahkan sudah ada 5 Bacakades yang melaporkan ke penegak hukum. (tut/syn)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *