Malang, SERU.co.id – Aksi demo besar-besaran meluas di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang yang rencananya berlangsung pada 1 September 2025 besok. Di tengah situasi tersebut, ASN Pemkot Malang tetap masuk bekerja meski ada sejumlah imbauan, seperti tidak mengenakan seragam.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono mengungkapkan, pemerintah telah mengeluarkan imbauan bagi ASN. Hal tersebut menyusul gejolak demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.
“ASN tetap melaksanakan tugas dan pelayanan masyarakat. Tidak ada yang WFH (Work From Home),” seru Hendru, melalui pesan WhatsApp, Minggu (31/8/2025).
Hendru mengatakan, Pemkot Malang mengimbau seluruh ASN untuk mengenakan pakaian bebas rapi per tanggal 1-4 September 2025. Kebijakan ini bersifat imbauan dan tidak didasarkan pada perintah dari pemerintah pusat.
“Tidak ada SE dari pusat. Sifatnya imbauan. Semoga kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
Pemkot Malang juga mengarahkan ASN untuk tidak menggunakan kendaraan dinas. Ini sebagai langkah antisipatif apabila terjadi tindakan anarkis atau pengrusakan properti di area sekitar gedung pemerintahan.
“Iya, termasuk imbauan untuk tidak menggunakan kendaraan dinas. Imbauan tersebut selama periode yang sama,” jelasnya.
Sebagai informasi, aksi demo direncanakan berlangsung di sekitar kawasan Alun-alun Tugu, di depan gedung DPRD Kota Malang. Massa akan menuntut pembubaran DPR RI sebagaimana tuntutan serupa di berbagai daerah. (bas/rhd)