Pamekasan, SERU.co.id – Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan bakal lebih hidup. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan menyatakan kesiapan mendukung pengembangan SGMRP tidak hanya sebagai markas klub Madura United, tapi juga sebagai pusat sport tourism dan media olahraga di daerah.
Komitmen itu disampaikan saat menerima audiensi dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Senin (8/7/2025). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, termasuk tindak lanjut hasil “Risk Assessment” dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kelayakan SGMRP untuk Liga 1 2025/2026 serta realisasi program Pamekasan Sport Tourism Hub (PSTH).
Ketua SIWO PWI Pamekasan, Zainol Atikurrahman menegaskan, pihaknya mendorong agar SGMRP tidak hanya layak secara teknis, tapi juga menjadi simpul kegiatan olahraga dan pariwisata.
“SGMRP dan PSTH adalah dua fokus kami. Kami ingin memastikan stadion ini bisa dimanfaatkan optimal, termasuk sebagai markas Madura United dan pusat konektivitas sport tourism,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporapar Pamekasan, Fathorrachman, menyampaikan bahwa pihaknya hanya sebagai penerima manfaat proyek renovasi SGMRP yang dibiayai oleh Kementerian PUPR RI lewat APBN dengan total anggaran lebih dari Rp70 miliar.
“Kami tidak terlibat dalam perencanaannya, tapi tetap mendukung pemanfaatannya secara optimal,” tegasnya.
Ia juga memastikan, pembenahan stadion sesuai lima catatan dari asesor LIB sedang disiapkan. Bahkan, demi menjaga kualitas rumput, SGMRP ditutup untuk penyewaan umum selama dua bulan ke depan.
Lebih lanjut, Fathorrachman juga mempersilakan SIWO PWI Pamekasan untuk berkantor di salah satu unit kios di stadion, sebagai bagian dari penguatan peran organisasi tersebut dalam ekosistem olahraga lokal.
“Silakan gunakan ruang ukuran 6×5 meter yang sudah kami siapkan, lengkap dengan rolling door,” ujarnya.
Terkait PSTH, Disporapar menyarankan agar program tersebut dipusatkan di SGMRP, menggantikan rencana sebelumnya yang sempat berpindah dari GOR Sahabat ke GOR Teja. Langkah ini dinilai sejalan dengan cita-cita membentuk SGMRP sebagai kawasan sport center terpadu di Pamekasan.
Program PSTH sendiri sebelumnya dirancang lewat FGD yang diinisiasi SIWO, melibatkan KONI, KORMI, DPRD, perbankan Himbara, serta pelaku industri perjalanan wisata. Disporapar menegaskan siap membuka dialog lebih lanjut untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi suksesnya inisiatif tersebut.
Dengan adanya sinergi antara jurnalis olahraga dan pemangku kepentingan olahraga daerah, SGMRP diharapkan tak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga pusat aktivitas yang berkontribusi pada ekonomi kreatif dan pariwisata olahraga. (udi/mzm)