Wisudawan Disabilitas UB Elo dan Duwik, Berhasil Mewujudkan Mimpi

Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs, menerima ucapan selamat dari Rektor UB. (rhd) - Wisudawan Disabilitas UB Elo dan Duwik, Berhasil Mewujudkan Mimpi
Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs, menerima ucapan selamat dari Rektor UB. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Dari 763 lulusan Universitas Brawijaya (UB) dalam Wisuda IX periode 2023/2024 di Gedung Samantha Krida Sabtu, (20/01/2024) lalu, menyisakan cerita tersendiri. Dua diantara para wisudawan tersebut, merupakan wisudawan disabilitas, yakni Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs dan Duwi Purnama Sidik SKom. Betapa istimewanya perjuangan dua insan ini dalam menyelesaikan kuliahnya di Universitas Brawijaya.

Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs
Disabilitas Kedua Tangan, Diterima Bekerja di Dua Instansi

Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs lulus dengan IPK 3,47 dari Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi. Saat ini, Elo sudah diterima bekerja di dua tempat, yakni di AIDRAN (Australia-Indonesia Disability Research) yang berpusat di Australia. Dan sebuah industri kreatif, berlokasi di Malang sebagai social media officer dan content making.

Disabilitas daksa pada kedua tangan tidak menjadikannya alasan untuk membatasi dirinya. Selama kuliah, Elo aktif mengikuti berbagai organisasi, di antaranya Eksekutif Mahasiswa pada bidang Advokasi. Dan UKM Forum Mahasiswa Peduli Inklusi (FORMAPI) di bidang Humas.

Elo bahkan pernah didapuk menjadi MC di konferensi internasional yang diadakan oleh AIDRAN-FH UB pada tahun 2019. Hingga mengantarkannya diterima bekerja di NGO tersebut.

“Konferensi yang diadakan tentang Interns Conference on Disability Rights. Saat itu, saya satu-satunya mahasiswa difabel yang fasih berbicara bahasa Inggris di depan banyak orang, sehingga diminta menjadi MC. Selanjutnya saya beberapa kali terlibat dalam kegiatan AIDRAN, dan sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan bekerja,” terang pria asal Denpasar, Bali ini.

Baca juga: Babinsa Sukun Kawal Gebyar Pentas Seni HUT RI Warga Bandungrejosari

Dengan minatnya di bidang video editing, ke depannya Elo ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di bidang minat perfilman.

“Semoga teman-teman difabel bisa lebih semangat dalam meraih impian apapun itu. Karena saat ini lingkungan sosial dan kampus mulai menyediakan fasilitas dan akses untuk teman-teman disabilitas. Adanya akomodasi tersebut, jangan sampai disia-siakan, karena kesuksesan berawal dari hal kecil,” pungkas Elo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *