Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan antisipasi bencana hidrometeorologi. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan lurah-lurah di Kota Malang mengenai hal tersebut.
“Kalau ada yang debit air sungai mulai tinggi Early Warning System (EWS) akan bunyi. Itu kita siagakan juga. Teman-teman di kelurahan tangguh sejak pekan lalu kita juga sudah minta siaga. Kalau ada banjir dikit langsung lapor,” ucap Prayitno. (bim/mzm)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







