“Potensi bencana (akibat cuaca ekstrem) tidak hanya banjir saja melainkan tanah terkikis akibat banjir. Sehingga menyebabkan ambrol dan rumah-rumah terjatuh juga perlu diwaspadai. Nah kita memberikan perhatian juga ke masyarakat, agar dalam waktu-waktu tertentu untuk tanggap,” tuturnya.
Dalam memberikan pemberitahuan terkait status bahaya bencana di Kota Malang, pihaknya tidak hanya melakukan komunikasi secara manual saja. Melainkan juga dengan Early Warning System, untuk pemberitahuan secara cepat.
Saat dikonfirmasi terkait strategi evakuasi terhadap korban-korban nantinya apabila suatu bencana tidak terhindarkan. Dirinya mengatakan, akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.
“Karena kalau mengandalkan BPBD Kota Malang, jumlah personel kita terbatas. Kami juga bergerak dengan mitra kami, ada PMI, Kelurahan Tangguh,” pungkasnya. (bim/rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







