Hadapi Revolusi Industri, OJK Dorong BPR/S Bersinergi dan Kolaborasi Kembangkan Platform

• Evaluasi kinerja BPR/S semester II/2019

Batu, SERU – Revolusi industri 4.0 telah bertransformasi digital memasuki seluruh sendi kehidupan masyarakat. Kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh layanan sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat saat ini. Hal ini bisa ditangkap peluang dan tantangan BPR/S dalam berinovasi dan kreativitas mengembangkan produk dan layanan perbankan.

Bacaan Lainnya

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, menyampaikan, tantangan dan tingkat kompetisi yang dihadapi oleh industri BPR/S saat ini cenderung semakin ketat dengan berkembangnya perusahaan Fintech, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Koperasi dan BMT, serta layanan Laku Pandai dan program KUR dengan bunga 6 persen mulai Januari 2020.

“OJK berharap agar BPR/S di Jawa Timur dapat menjadikan peluang dari tantangan tersebut,” jelas Heru Cahyono, di sela Evaluasi Kinerja BPR/S Semester II Tahun 2019 bertemakan “Peningkatan Kinerja dan Manjemen Risiko BPR/S untuk Menyonsong Peluang Bisnis Usaha BPR/S di Tahun 2020”, di Singhasari Hotel, Batu, Jumat-Sabtu (13-14/12/2019).

Para peserta dari Direksi dan Komisaris BPR/S di Jatim. (rhd)

Disebutkannya, BPR/S masih memiliki berbagai kendala untuk transformasi digital, diantaranya biaya investasi dan operasional serta kesiapan SDM, di tengah keterbatasan modal dan dukungan Pemegang Saham. Meski nantinya manfaatnya sangat berpengaruh. Dimana secara operasional sama dengan perbankan, namun costnya akan lebih rendah.

“Disisi lain, BPR/S ini unik, masih mengandalkan pendekatan emosional dengan masyarakat sebagai konsumen. Sehingga tidak berpengaruh secara signifikan. Tapi mau tak mau, BPR/S harus berubah seiring tuntutan jaman,” beber Heru.

Solusinya, BPR/S berkolaborasi mengembangkan platform bersama (platform based), baik dengan sesama BPR/S maupun berkolaborasi dengan Bank Umum atau lembaga jasa keuangan seperti Fintech. “Sinergi dan kolaborasi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan perusahaan untuk dapat survive dalam era disrupsi,” terang Heru.

Para pemateri, usai menjawab pertanyaan awak media dalam sesi preskon. (rhd)

Acara yang diikuti oleh 250 peserta dari Direksi dan Komisaris BPR/S ini, menghadirkan para pemateri, di antaranya Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, Direktur Operasional PT Bank Amar Indonesia, Chief Commercial Offlcer (CCO) Crowdo sebagai Perwakilan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia dan Analis Eksekutif Senior dari Kantor Pusat OJK. (rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *