Konselor Pendidikan Internasional Sambangi SD Mapan

Ayyaparaj bersama keluarga besar SD Mapan. (ist)

• Apresiasi inovasi SD Mapan menuju internasional

Malang, SERU – Lompatan yang luar biasa dilakukan oleh SD Muhammadiyah 08 (Mapan), Dau, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan internasionalisasi sekolah. Salah satunya, SD ini kedatangan tamu dari India, Mr. Rtn. MPHF. Ayyapparaj Mani, seorang Konselor Pendidikan Internasional dan juga British Ambasaddor Education dari Tamil Nadu, India, Sabtu (7/12/2019)

Bacaan Lainnya

Kedatangan tamu dari India ini, sekaligus menggaungkan dan melanjutkan agenda kolaborasi Internasional yang sudah diawali pada bulan lalu dengan melakukan tele conference dan tukar budaya dengan Sekolah Internasional Bill Occulary, Turki.

Penampilan tari-tarian siswa SD Mapan, mampu menarik perhatian Ayyaparaj. (ist)

“Berpikir global adalah salah satu tujuan pendidikan sekolah di Muhammadiyah. Momen ini adalah agenda yang telah lama dimimpikan sekolah. Kolaborasi dalam rangka internasionalisasi pendidikan sekolah, akan memberikan dampak positif dan nyata untuk membangun sekolah yang terdepan dan berkemajuan,” terang Alfiyah, SPd, Kepala SD Mapan, kepada media disela kegiatan.

Menurutnya, kedatangan tamu dari India merupakan bukti nyata komitmen sekolah untuk sharing dalam berbagai hal dari pendidikan di India yang sudah jauh melaju dengan cepat menungguli kita. “Terima kasih kepada Ibu Urifah SPd, penggagas kolaborasi sekolah Internasional dan juga para guru SD Mapan yang bersemangat melakukan inovasi untuk bisa bersaing di dunia global kedepan,” tandas Alfiyah.

Sementara itu, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau, Taufiq Burhan, MPd, mengatakan, sekolah Muhammadiyah harus banyak belajar dari sekolah lain yang jauh lebih berkembang, terutama di sekolah luar negeri, seperti India.

“Untuk itu, diperlukan pengembangan bahasa internasional yang baik, yaitu Bahasa Inggris. Sehingga kita bisa lebih banyak berdiskusi, sharing dan belajar untuk mencapai pendidikan yang kita inginkan. Belajar terus, kembangkan dan aplikasikan di sekolah untuk mewujudkan sekolah berkemajuan,” tegas Burhan.

Saat memberikan sambutan, Ayyaparaj, Konselor Pendidikan Internasional Tamil Nadu, India,  menjelaskan kekagumannya kepada penari-penari siswa SD Muhammadiyah 08 Dau Kabupaten Malang, ketika perform di sela-sela acara. “Saya akan undang penari dan koreografernya ke India, untuk perform disana, sekaligus belajar budaya India,” kata Ayyaparaj, disambut tepuk tangan guru dan siswa-siswi SD Mapan.

Pertunjukan pantomim. (ist)

Ayya, sapaan Ayyaparaj, menambahkan, pentingnya kolaborasi pendidikan dan budaya. Dengan saling belajar, sharing dan memahami, maka pikiran kita akan lebih terpacu dan meluas. “Ada banyak hal yang bisa kita saling isi dan belajar untuk membuat pendidikan semakin maju dan terus berkembang antara di India dan Indonesia,” tegasnya, dihadapan para guru dan siswa SD Mapang.

Disamping kegiatan kolaborasi tersebut, SD Mapan juga melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Braijaya Malang. MoU ini dilakukan untuk bersama saling mengembangkan penelitian dan pengembangan budaya di sekolah.

Menyambut kedatangan tamu dari india, siswa siswi SD Mapan menyajikan atraksi drum band dan pengalungan syal Arema, serta blankon sebagai bentuk kehormatan atas kedatangan tamu dari India. Disela acara juga ditampilkan tarian khas daerah, atraksi Tapak Suci beladiri Muhammadiyah dan pantomim. (rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *