Asah Peningkatan Prestasi, Pemkot Gelar Kejuaraan Renang Antar SMP/MTs, SMA/SMK/MA se Kota Malang

Walikota Malang Sutiaji, memberikan start pembuka Kejuaraan Renang Antar SMP/MTs, SMA/SMK/MA. (rhd)

• Targetkan Persiapan Popda 2020, Siapkan Alternatif Pengganti Kolam Renang Gajayana

Kota Malang, SERU – Walikota Malang Sutiaji mendukung berbagai kegiatan yang digelar sebagai wadah pengembangan dan pencarian bibit baru atlet. Salah satunya, atlet renang di Kota Malang melalui Kejuaraan Renang Antar SMP/MTs, SMA/SMK/MA se Kota Malang tahun 2019 di Kolam Renang Universitas Negeri Malang (UM), Rabu-Kamis (20-21/11/2019).

Bacaan Lainnya

“Pemkot Malang akan memberikan fasilitasi kepada masyarakat, khususnya atlet renang agar dapat meningkatkan prestasi dan soliditas sesama insan renang, sekaligus pembinaan prestasi melalui ajang kompetisi seperti ini,” seru Sutiaji, saat memberikan sambutan pembukaan, Rabu (20/11/2019) pagi, didampingi Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala Dinas Pendidikan, Zubaidah dan Kabag Humas, Nurwidianto.

Para atlet Kota Malang siap memberikan yang terbaik. (rhd)

Sutiaji berharap, melalui kegiatan ini 106 atlet yang mengikuti kejuaraan ini, mampu berprestasi pada level yang lebih tinggi lagi. Pasalnya, kejuaraan ini merupakan ajang seleksi persiapan Popda tahun 2020 mendatang di Sidoarjo. “Harapannya, jumlah medali emas yang kita dapatkan meningkat. Kita juga harus monitoring bagaimana kekuatan dan kemampuan pesaing kita. Jangan sampai terlalu percaya, tanpa mengetahui potensi lawan. Setidaknya bisa menjadi starting poin strategi kita,” harap Sutiaji.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sutiaji juga menyampaikan, akan segera melakukan MOU dengan beberapa stakeholder di Kota Malang yang memiliki fasilitas kolam renang dalam rangka untuk memberikan dukungan dan kesempatan lebih bagi para atlit untuk terus berlatih. Pasalnya, kolam renang Gajayana masih belum bisa digunakan secara maksimal, lantaran mesin yang digunakan untuk operasional dan sistem pengaturan air terbilang lama dan tak layak.

“Bukannya kita lengah, tapi mesin yang kita gunakan itu lama. Bahkan untuk mencari sparepart saat rusak, sudah susah ditemukan. Mau tidak mau kita cari mesin yang baru. Daripada berdampak pada kesehatan para atlet,” beber Sutiaji.

Sutiaji siap mendukung para atlet kebanggaan Kota Malang. (rhd)

Perlu diketahui, kolam renang milik Pemkot Malang masih belum layak untuk beroperasi tak hanya dipengaruhi mesin. Namun, sudah saatnya ditingkatkan seiring meningkatnya prestasi para atletnya untuk terus meningkatkan kemampuan dilevel lebih tinggi. “Untuk membangun kolam renang tipe C dengan standart internasional, kami masih membutuhkan dana kurang lebih 60 milyar rupiah. Sehingga hal tersebut membutuhkan waktu dan proses yang lama,” bebernya.

Ida Ayu Made Wahyuni dalam laporannya menjelaskan, Dispora Kota Malang akan terus memfasilitasi para atlit agar dapat berlatih dengan baik dan mampu meningkatkan prestasi utamanya pada Popda tahun 2020 mendatang. (rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *