60 Siswa SLB ABD Kunjungi Museum Tubuh

Demi Tingkatkan dan Bangun Karakter ABK

Batu, SERU – Sebanyak 60 siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ABD, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, kunjungi The Bagong Adventure ‘Museum Tubuh’, Jatim Park I, Kota Batu, Kamis (26/9/2019).

Program outing class ini, ungkap Plt Kepala Sekolah SLB ABD Iskandar sebagai upaya pihak sekolah memberikan pengalaman langsung kepada murid serta menambah pengetahuan sebagai upaya pembangunan karakter Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“ABK perlu penangganan khusus, agar tidak jenuh belajar di sekolah kami insiasi program outing class. Ini merupakan agenda tahunan selain Persami (Kemah). Murid sangat senang, karena bisa belajar dan melihat langsung apa saja fungsi tubuh kita,” terang Iskandar.

Meski kunjungan pertama ke Museum Tubuh, Iskandar mengaku murid sangat senang karena bisa mendapatkan wawasan secara jelas sekaligus penjelasan fungsi tubuh. “Tubuh kita adalah anugerah yang sempuran pemberian Tuhan YME. Pembelajaran ini membuat kita mengerti serta bisa mensyukurinya,” tambah dia.

P.Gunawan guru pembimbing bersama wali murid

Kemudian, ini merupakan salah satu cara pihak sekolah menggali niat bakat murid. Karena selaku guru pendamping dan orang tua wajib terus menggali dan mendorong potensi ABK. “Beberapa program pendukung selain outing class yaitu ekstrakulikuler pengembangan bakat, misal melukis, menari dan musik. Kita harus mendampingi mereka supaya tidak berkecil hati dibanding anak-anak lainnya. Mereka kita yakinkan pasti memiliki potensi yang luar biasa,” ucap Iskandar kembali.

Salah satu guru SLB ABD, Gunawan Multi Alam mengatakan, total ada 60 murid tingkat SD-SMA dan 15 guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Tiap tahun program ini terlaksana namun berpindah-pindah tempat.

Harapannya kegiatan bisa memberikan satu pelajaran langsung, bukan hanya teori. Karena pembelajaran abstrak sulit diterima oleh ABK. ” Murid Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Tuna Daksa semua senang. Murid tuna rungu misalnya bisa mengetahui organ tubuh bahaya merokok untuk paru-paru. Lalu, tuna daksa yang memilik gangguan gerak bisa mengetahui fungsi kaki, tangan dll,” tutup Gunawan.(lih/man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *