KDRT Singosari, Sebelum Meninggal Korban dan Suami Cekcok

Sebelum KDRT Hingga Meninggal, Korban dan Suami Cekcok Saling Curiga
Pelaku KDRT, Kecamatan Singosari. (foto: wul)

Malang, SERU.co.id – Sebelum terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung kematian, korban DS (49) dan suaminya terjadi cek-cok, saling curiga jika keduanya memiliki hubungan gelap dengan orang lain.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat menerangkan, korban dan suami yang warga Perum Bumi Mondoroko, Desa Watu Gede, Kecamatan Singosari Malang itu memiliki kecurigaan satu sama lain.

Bacaan Lainnya

“Ini sama-sama mencurigai masing-masing memiliki pria idaman lain, maupun wanita idaman,” seru Gandha, Senin (12/2/2024) siang.

Baca juga: Polisi Periksa 7 Saksi Dalam Kasus Dugaan KDRT Singosari

Gandha menerangkan, tak hanya di saat sebelum korban meninggal yang diduga seusai menenggak cairan racun, yakni pembersih lantai kamar mandi. Keduanya memang sudah tidak akur sudah sejak lama, hal tersebut diperkuat dari pernyataan saksi-saksi dan buku harian korban semasa hidup.

“Dari diary korban ini melambangkan bahwa kurang akur ya. Salah satu kutipannya ‘di rumah cuma main HP, nggak pernah ngajak ngobrol istri istri dianggurin dianggap pembantu, tapi nggak digaji. Setan lanceng koen, di luar senang bonceng sana bonceng sini opo kuwi’,” bebernya.

Baca juga: Polres Malang Tetapkan Suami Korban Sebagai Tersangka Pelaku KDRT Singosari

Dikatakan Gandha, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa 12 saksi dan tiga diantaranya adalah saksi ahli. Dan mengamankan sejumlah barang bukti di rumah sekaligus TKP KDRT itu terjadi, hingga akhirnya ibu dari 5 orang anak itu meninggal saat mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, Diduga alami KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga), DS (40), warga Perumahan Bumi Mondoroko, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang akhirnya meninggal dunia. Ia dipaksa oleh sang suami, DMM (40) untuk meminum cairan pembersih lantai, Rabu (24/1/2024) pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Singosari, Kompol Masyhur Ade mengatakan, jika pihaknya mendapatkan laporan dari saksi warga sekitar kejadian, korban mendapatkan kekerasan dari suamimya.

“Dapat laporan dari pelapor, dari warga setempat kami langsung datangi TKP (tempat kejadian perkara) dan memang informasi yang saat ini kami dapat memang yang bersangkutan MD (meninggal dunia). Korban dirawat di rumah sakit, Informasi sementara KDRT, kemudian dugaan pelaku sementara adalah suami korban sendiri ,” seru Masyhur Ade, Kamis (25/1/2024) siang. (wul/ono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *