Dirinya tidak ingin konflik tersebut terjadi berlarut-larut dan berkembang. Sehingga dari konflik tersebut memunculkan stigma dan labeling negatif terhadap perguruan pencak silat.
“Apalagi ini masih dalam rangkaian HUT Arema Ke 35 dan HUT RI ke-77. Ayo jangan terpecah belah, ini pasti ada pihak lain yang mengharapkan perpecahan,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari PSHT Cabang Kota Malang, Hendro Suprapto mengatakan, pihaknya tidak ingin permasalahan ini terjadi kembali di masa yang akan datang.
“Intinya kita sepakat untuk berbicara kedepannya, gimana caranya Malang Raya aman kondusif, itu aja. Kita dari masing-masing komunitas memberikan pengertian untuk saling mengingatkan dan menjaga, tidak saling menyalahkan,” kata Hendro.
Dirinya mengungkapkan, jika peristiwa yang terjadi di Jalan Sudanco Supriadi, Sukun tersebut terjadi disebabkan spontanitas. Dirinya juga mengatakan, pihaknya tidak ada niatan untuk membuat kericuhan. Dirinya juga meminta kepada seluruh anggota PSHT Kota Malang agar tidak terprovokasi oleh berita yang belum tentu kebenarannya.
“Namanya aja Persaudaraan Setia Hati dalam arti guyub rukun, gimana caranya adik-adik setelah dilantik saat pengesahan yang merupakan rangkaian selama satu tahun lebih dari latihan,” pungkasnya. (bim/mzm)
Baca juga:
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel
- Tawuran Suporter Pelajar SMP Negeri Kota dan Kabupaten Malang Akibatkan Tujuh Orang Luka
- Ketua Persit Kodim 0833 Dampingi Waka Yayasan Kartika Jaya ke SMK Kartika IV-1 Malang







