Disdikbud Bondowoso Road Show Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019

EVALUASI: Kabid PAUD-PNF Disdikbud Bondowoso, Murni saat Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019 dengan Kecamatan Wringin, Pakem, dan Binakal. (foto:ido)

Bondowoso, SERU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Program Gerakan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) 2019. Kegiatan dilakukan Disdikbud dengan road show ke kecamatan-kecamatan untuk mengevaluasi kegiatan Getar Desa pada 2019. .

Kepala Bidang (Kabid) PAUD-PNF Disdikbud Bondowoso, Murni mengatakan, Disdikbud menggelar road show Rakor dan Evaluasi Program Getar Desa 2019 di kecamatan-kecamatan mulai 28 Okotber 2019. Tujuannya, mengevaluasi kegiatan Getar Desa yang telah dilaksanakan pada 2019 dan menemukan hal-hal positif serta kekurangan yang perlu diperbaiki. ”Sehingga, kita bisa merumuskan pemecahan masalah yang muncul selama kegiatan Getar Desa pada 2019,” katanya.

Kepala Disdikbud Bondowoso, H.Harimas pimpin Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019 dengan Kecamatan Tamanan dan Jambesari Darul Sholah. (foto: ido).

Karena,  menurut Murni, Rakor dan Evaluasi Getar Desa, sejatinya metode untuk menemukan keunggulan dan kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan harapan, dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting demi peningkatan positif kegiatan Getar Desa pada tahun berikutnya. ”Oleh karena itu, dalam Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019 di kecamatan-kecamatan, kami undang semua stakeholder maupun OPD yang terlibat program ini. Disdikbud sendiri sebagai penanggungjawab program, Bappeda, Diskoperindag, Polres, Kodim. PKBM, dan Kades,” ujarnya.

Sementara Kepala Disdikbud Bondowoso, H.Harimas yang memimpin road show Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019 di kecamatan-kecamatan mengatakan, program Getar Desa yang dilaunching pada 2017 merupakan inovasi Pemkab Bondowoso dalam rangka memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang drop out dari SD, SMP, dan SMA/SMK menjadi warga belajar (wajar) Paket A, B, dan C. Tujuannya, meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan angka rata-rata lama sekolah di Bondowoso. ”Melalui road show Rakor dan Evaluasi Getar Desa 2019 di kecamatan-kecamatan, ini kami ingin kegiatan Getar Desa di Bondowoso semakin dirasakan manfaatnya oleh masyatakat,” katanya.            Berdasarkan data Disdikbud Bondowoso, melalui program Getar Desa, ini sebanyak 3.897 orang usia produktif, 25 – 45 tahun di Bondowoso menjadi peserta didik tahun ajaran 2018-2019. Rinciannya, Paket A 540 orang, Paket B 1.571 orang, dan Paket C 1.768 orang. Yang lulus dari Pekat A, B, dan C  sebanyak 2.251 orang dan tidak lulus 1.646 orang karena tidak hadir ujian nasional pada April 2019. Sedangkan, tahun ajaran 2019-2020, peserta didik total 11.469 orang. Rinciannya, Paket A 795 orang, Paket B 5.424 orang, dan Paket C 5.251 orang. Mereka akan menjalani ujian nasional pada April 2020. (ido)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *