Ajarkan Ke-BudiUtama-an, IBU Tempa Maba dalam POSMA 2019

Kota Malang, SERU

Sekitar 1.020 mahasiswa baru IKIP Budi Utomo (IBU) Malang mengikuti Program Orientasi Mahasiswa Baru 2019 IKIP Budi Utomo Malang (POSMA-IBU 2019) Tahun Akademik 2019/2020, selama 3 hari (26-28/9/2019). Dimana dalam pelaksanaannya, dua hari pertama di Gedung Kartini, Stadion Gajayana, Malang, dan pada hari ketiga di kampus A dan kampus C.

Bacaan Lainnya

Bertemakan “Harmoni Dalam Keberagaman”, mengangkat keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah nusantara dan mahasiswa asing dari berbagai negara agar dapat menyatu dan beradaptasi dalam kegiatan kampus. Pasalnya, kampus IBU merupakan kampus miniatur Indonesia.

Walikota Malang Sutiaji memotivasi mahasiswa baru sebagai agen perubahan. (rhd)

“Tujuan POSMA ini agar mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan cepat di kampus IBU Malang, khususnya dalam kelancaran perkuliahan dan penyelesaian studi di lKlP Budi Utomo Malang. Sebagaimana pengajaran Ke-BudiUtama-an yang mengandung 5 nilai perekat, yaitu Ke-Indonesiaan, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan dan Kepatutan,” seru Rektor IBU Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi, dalam sambutannya.

Maba yang ikut POSMA merupakan hasil seleksi dari lebih 1.500 camaba yang mendaftarkan diri. Dari 1.020 maba tersebut, lebih dari 50 persen berasal dari luar Malang, termasuk maba asing yang berasal dari 5 benua. “Mahasiswa asing paling banyak dari Asia, sekitar 9 dari 10 negara,” tambah pria yang menjabat Ketua FORKI Kota Malang ini.

Dalam POSMA-IBU 2019, maba akan diberikan materi tentang: 1) administrasi akademik; 2) pengembangan kegiatan kemahasiswaan; 3) mahasiswa dalam ikut menjaga keamanan & kenyamanan Kota Malang, serta pencegahan narkoba; 4) Wawasan Kebangsaan, serta materi-materi lain yang terkait dengan kemahasiswaan. “Diharapkan mahasiswa mampu kompatibel terhadap perangkat teknologi terbaru. Karena IBU sudah menerapkan paperless dalam proses pembelajarannya, yakni menggunakan materi perkuliahan berbasis IT,” harap Nurcholis

Perkenalan mahasiswa asing IBU. (rhd)

Dalam kesempatan itu, Nurcholis juga mengabarkan, IKIP Budi Utomo (IBU) akan berubah nama menjadi Universitas Budi Utomo, yang diperkirakan SK-nya akan turun pada akhir tahun 2019. Perubahan nama tersebut merupakan hasil merger beberapa kampus yang dianggap kurang sehat untuk merapat ke IBU, sebagaimana amanah Kemenristekdikti agar tercipta Perguruan Tinggi Swasta yang sehat dan berkualitas. “Beberapa perguruan tinggi swasta yang rencananya merger dan bermitra dengan IBU, diantaranya STT Turen, Poltekom, dan STIE Kertanegara masih dalam pembicaraan,” beber Nurcholis.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji memberikan motivasi agar mahasiswa mampu menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. “Mahasiswa boleh aktif di organisasi kemahasiswaan, namun jangan lupakan kegiatan utama perkuliahan. IKIP Budi Utomo adalah salah satu pintu bagaimana membingkai bangsa. Karena harkat dan martabat bangsa dibangun melalui pendidikan. Keberagaman bisa bersatu itu anugerah kebersamaan dalam persatuan, salah satunya tergambar dalam IBU,” ungkap Sutiaji, dalam sambutannya.

Rektor IBU Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi. (rhd)

Sutiaji berharap, agar semua elemen dapat bersinergi bersama membangun bangsa melalui keilmuan. Indonesia melalui civitas akademika, menjadi potensi dan kekuatan sebuah bangsa. “Kekuatan, kemampuan dan karakter menjadi salah satu ciri jati diri. Seperti halnya Salam Satu Jiwa yang membawa pesan kedamaian. Tak hanya sekedar diucapkan, namun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tugas mahasiswa itu belajar, baik dalam perkuliahan maupun berorganisasi. Termasuk kemampuan belajar memfilter informasi yang benar atau hoax, agar tidak salah mengambil langkah,” harap Sutiaji.

Ditengah ketidakpuasan masyarakat, khususnya mahasiswa melalui demo, Sutiaji mengatakan, banyak kepentingan kelompok yang melupakan kepentingan bangsa dan negara. “Respon mahasiswa sebagai agen perubahan itu wajar. Ciri dari cendekiawan adalah merespon dan sedih atas kejadian ini. Kalian mahasiswa adalah kaum cendekiawan itu, sebagai agen perubahan,” ungkapnya pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini. (rhd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *