Outlet Rumah Kreatif UMKM Pasarkan Hasil Kerajinan Kayu Khas Rejoso Kota Batu

Pengelola Outlet Kerajinan Kayu Khas Mojorejo, Ifan Saroni. (dik) - Outlet Rumah Kreatif UMKM Pasarkan Hasil Kerajinan Kayu Khas Mojorejo Kota Batu
Pengelola Outlet Kerajinan Kayu Khas Mojorejo, Ifan Saroni. (dik)

Batu, SERU.co.id – Sebuah Outlet yang menampilkan display produk UMKM kerajinan kayu khas Dusun Rejoso, Kelurahan Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, hadir di Jalan Ir. Soekarno No. 421 Kota Batu. Outlet ini dikelola oleh Ifan Saroni yang sebelumnya menggeluti usaha jasa servis smartphone.

Kepada SERU.co.id, Ifan, sapaan akrabnya mengatakan, Outlet Rumah Kreatif UMKM ini, berdiri pada tahun 2019. Ia mengembangkan usaha tersebut sejak usaha konter HP mulai terjadi penurunan. Atas ajakan kakaknya, lantas ia membuka outlet hasil kerajinan kayu buatan kakaknya sendiri.

Baca Lainnya

“Saya diajak kakak untuk menekuni lagi bisnis menjual kerajinan kayu. Pusat produksinya ya di rumah kakak saya. Outlet ini juga sebagai galeri display yang menghadirkan contoh-contoh produk kerajinan kayu khas Dusun Rejoso,” serunya.

Baca juga: Nia Sari, Penyandang Disabilitas Tekun Bikin Tas Rajut Kini Banjir Pesanan

Ifan menjelaskan, produk kerajinan kayu khas Dusun Rejoso yang ia tawarkan adalah aneka peralatan dapur hingga peralatan pijat yang terbuat dari kayu. Selain itu juga ada aneka produk gelas kayu tempat tisu dari kayu dan jenis produk lainnya hingga sejumlah 158 jenis. Sejak awal berdiri, Ifan berupaya menawarkan produk tersebut melalui penjualan online.

“Jadi dari awal hadirnya outlet rumah kreatif ini saya berusaha mencari klien sendiri. Beberapa produk yang cukup banyak digemari antara lain cangkir dari batok kelapa, nampan kayu, alat refleksi dan lainnya,” ungkapnya.

Kini wilayah yang menjadi pangsa pasar outlet yang dikelolanya antara lain wilayah Jawa barat, Tangerang, sampai Jakarta. Produknya kebanyakan dibeli oleh pusat cinderamata di daerah tersebut. Pria penggemar batu permata ini juga mengaku permintaan biasanya akan naik saat mendekati musim libur Lebaran.

“Biasanya kalau mau libur Lebaran itu permintaannya naik. Satu item barang saja bisa di order 600 sampai seribu buah,” ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, di bagian produksi terus melakukan kegiatan produksi barang untuk memperbanyak stok. Karyawan yang dipekerjakan di bagian produksi hingga mencapai 43 pekerja. Namun, ia mengaku untuk mendapatkan bahan baku produk cobek batu tidak semudah mendapatkan bahan baku yang terbuat dari kayu.

“Kalau bahan untuk membuat cobek dari batu itu kita harus melihat dulu yang batunya aman untuk diambil. Terkadang faktor cuaca membuat kita kesulitan untuk mendapatkan bahan baku batu,” sebutnya.

Baca juga: Ingin Berbisnis Minim Pesaing, Johan Memilih Usaha Rampak Barong Malangan

Ifan berharap, ke depannya UMKM di wilayah Kecamatan Junrejo dan kota Batu secara umum, benar-benar menggeliat. Ia pun berharap, ada sebuah sistem pemasaran yang benar-benar baik. Sehingga UMKM di Batu terus bisa bergerak dan berproduksi.

“Salah satu kunci agar UMKM ini bisa eksis terus dan bisa sejahtera, yakni produk UMKM ini dibeli secara kontan. Sebab yang namanya UMKM kebanyakan terbatas secara modal sehingga butuh perputaran uang yang cepat juga,” pungkasnya. (dik/mzm)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *