Dengan demikian, dirinya menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk turut melibatkan organisasi-organisasi moderat. Sehingga rasa toleransi terhadap sesama turut tercipta di lingkungan pendidikan.
“Seluruh kekuatan masyarakat maupun pemerintah daerah, serta kampus untuk digunakan menciptakan rasa toleransi. Ajak NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, Pesantren dan para kiai, untuk kemudian terlibat sama-sama dengan kampus, agar mereka ini tak terpisah,” tegas Cak Udin.
Cak Udin pun menuturkan, kalau pihak kampus hanya menutup diri dalam hal itu, maka doktrin-doktrin yang bersifat radikal tersebut mudah masuk. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi berbagai pihak itu sangatlah penting dalam menangkal paham tersebut.
“Artinya kerjasama, sinergis antara pihak kampus dengan semua kekuatan keagamaan itu sangat perlu dalam kaderisasi (berjiwa Pancasila) untuk mahasiswa. Sehingga tidak hanya Malang saja yang kuat, melainkan Indonesia pada umumnya terfilter,” pungkasnya. (ws5/rhd)
Baca juga:
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel
- Tawuran Suporter Pelajar SMP Negeri Kota dan Kabupaten Malang Akibatkan Tujuh Orang Luka
- Ketua Persit Kodim 0833 Dampingi Waka Yayasan Kartika Jaya ke SMK Kartika IV-1 Malang
- Babinsa Koramil Sukun Pendampingan Budidaya Maggot TPS3R Basama
- Kasus Bunuh Diri di Jembatan Suhat, Pemkot Malang Upayakan Pendekatan Kesehatan Mental







