Sehingga hal tersebut yang menjadikan pembeda diantara pendidikan vokasi dengan program akademik lainnya. Dimana dalam pendidikan vokasi dituntut untuk menghasilkan mahasiswa yang siap untuk bekerja. Oleh karena itu, apabila tidak terserap dengan baik, maka tidak sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi itu sendiri.
“Jadi harapannya ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam proses pendidikan di vokasi, maka prosentase tingkat keterserapan lulusan prodi keuangan dan perbankan akan semakin tinggi,” katanya.
Dia juga mengatakan, ketika mahasiswanya melakukan magang di salah satu bank tertentu yang dalam hal ini adalah mitra vokasi, beberapa mahasiswa mendapatkan uang saku diatas nilai UMR, diantaranya ada yang menerima sebesar Rp4,2 juta hingga Rp4,5 juta.
Melihat dari jumlah mahasiswa yang ada, minat perbankan pada Fakultas Vokasi menjadi salah satu prodi yang paling diminati. Seperti diketahui, dalam satu angkatan saja, mahasiswanya kurang lebih sebanyak 500 mahasiswa.
“Ke depan, kami akan mengkaji untuk dapat ditingkatkan jenjang akademiknya dari D3 menjadi sarjana terapan (D4). Hal ini juga untuk merespon kebutuhan sarjana terapan (D4) sebagai persyaratan untuk dapat menjadi pegawai tetap pada suatu bank,” pungkasnya. (bim/ono)
Baca juga:
- Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi MBG, Diduga Intervensi SPPG hingga Markup Triliunan Rupiah
- Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Alami Kecelakaan Berhasil Dievakuasi
- DPRD Optimalkan Pengawasan Kinerja OPD Kabupaten Malang untuk Masyarakat
- Tingkatkan Keamanan, Babinsa Koramil Blimbing Melaksanakan Komsos Bersama Security Hotel Grand Cakra
- Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Penyidik Setelah Dicopot dan Kantor BGN Digeledah Kejagung









