Setidaknya dirinya membutuhkan waktu kurang lebih 4 minggu untuk menyelesaikan penggarapan batik tersebut. Dimana 2 minggu pertama untuk menggambar motif dan 2 minggu sisanya untuk melakukan proses pengerjaan.
“Konseptualnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, lalu untuk teknis proses pengerjaan kain batik motif Tragedi Kanjuruhan ini sekitar dua minggu,” tuturnya.
Menurut Ita, batik yang menceritakan tentang Tragedi Kanjuruhan ini tidak diproduksi banyak dan hanya dua kain yang diproduksi.
“Motif ini tidak diperbanyak, karena bertujuan untuk didonasikan pada korban Tragedi Kanjuruhan. Dan perjuangan para keluarga korban yang sampai sekarang berjuang menuntut keadilan,” kata Ita.
Dari hasil lelang tersebut, dirinya berharap hasil karyanya ini bisa sedikit membantu para keluarga korban yang masih mencari keadilan hingga saat ini. (ws6/rhd)
Baca juga:
- Tolak Relokasi RPH, Mitra Jagal Pegirian Surabaya Bawa Sapi ke Gedung Dewan
- Ditengah Penyidikan Kejari, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Resmi Mengundurkan Diri
- DPRD Kota Malang Prioritaskan Perda SDA dan RTH pada 2026, Ducting tahun 2027
- Sanusi Targetkan 70 Persen Siswa Sekolah Unggulan Nilai Rata-rata Pelajaran di Angka Sembilan
- AKBP Muhammad Taat Resdianto Resmi Jabat Kapolres Malang








