Sementara, kelemahan MDPP Made-Sahra hanya memperhitungkan seresah yang didekomposisi menjadi hara. Sedangkan seresah yang di-grazing langsung oleh biota perairan tidak diperhitungkan.
Disebutkannya, pengembangan MDPP Made-Sahra diawali dengan studi identifikasi dan evaluasi terhadap aspek-aspek ekosistem mangrove yang mampu mendukung produktivitas perairan.
“Hasil penelitian ini menunjukkan, produksi seresah dapat digunakan untuk menduga produktivitas primer perairan. Dalam hal ini, produksi seresah berkontribusi terhadap sediaan nutrien di perairan,” imbuhnya.
Dimana produksi serasah merupakan bagian penting dalam transfer bahan organik dari vegetasi ke dalam tanah. Unsur hara yang dihasilkan dari proses dekomposisi serasah di dalam tanah, sangat penting dalam pertumbuhan mangrove.
“Sekaligus sebagai sumber detritus bagi ekosistem laut dan estuari dalam menyokong kehidupan berbagai organisme akuatik,” tandasnya. (rhd)
Baca juga:
- Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Tegaskan untuk Memutus Rantai Kemiskinan
- Pengguna Instagram Diimbau Waspada Usai Jutaan Pengguna Terima Email Reset Password
- Pencuri dan Penadah Barang Curat di Kecamatan Tumpang Diringkus Polisi
- Memoar Perdana Aurelie Moeremans Angkat Luka Masa Remaja dan Bahaya Child Grooming
- Babinsa Wonokoyo Karya Bakti dan Penanaman Pohon Durian Galakkan Penghijauan Bersama








