Jauh kedepan, pengaruh dari imunisasi sendiri terbukti efektif bagi keberlanjutan tumbuh kembang anak usia dini hingga tua nanti. Parahnya lagi, ketika seorang ibu yang sedang hamil dan mengidap Rubella, maka virus tersebut dapat menyerang bayi yang dikandung.
“Jadi masih ada kasus-kasus bayi yang mengidap penyakit rubella. Makanya kenapa seluruh anak itu harus diberikan imunisasi rubella, supaya dia terlindungi seumur hidup. Dan supaya saat hamil bayi yang dikandung itu tidak terkena rubella,” jelas dr Ariani.
Kepada SERU.co.id, dirinya menunjukkan pelaporan kasus Congenital Rubella Syndrome (CRS) per Juni 2022. Dimana dari data tersebut, terdapat 471 suspek kasus CRS di Indonesia di semester I lalu.
Dengan demikian, program imunisasi sangat penting untuk diikuti oleh seluruh masyarakat, khususnya di Kota Malang. Seperti diketahui, di Kota Malang bakal diselenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, yang akan dimulai, Senin (1/8/2022) mendatang. Dimana program tersebut, dicanangkan untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi di tingkat nasional pasca pandemi.
“Jadi kita mengejar rendahnya cakupan imunisasi pada saat pandemi dengan cara BIAN ini, jadi diberikan imunisasi polio dan imunisasi tambahan MR atau campak rubella,” kata dr Ariani.
Sasaran untuk program BIAN 2022 sendiri, dikatakan olehnya tidak memandang status imunisasi pada anak. Semuanya bakal diberikan, baik mereka yang sudah melakukan atau belum melakukan vaksinasi.
“Jadi usia 0 sampai 59 bulan atau lima tahun kurang sasarannya,” pungkas wanita berhijab tersebut. (bim/mzm)
Baca juga:
- Kader Golkar Kota Malang Berduka, Kirim Karangan Bunga Prihatin Atas Meninggalnya Kaderisasi
- Putaran Kedua Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Optimis Sapu Bersih di Malang
- Presiden Prabowo Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Optimalkan Penataan Stadion Gajayana
- Hotel Tugu Malang Hadirkan UND Peranakan Signature Hampers Sambut Imlek 2577 Kongzili
- Ketua DPRD Kabupaten Malang Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Ketua KONI








