Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah, Ini Panduan Olahraga Aman Selama Ramadan

Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah, Ini Panduan Olahraga Aman Selama Ramadan
Ilustrasi berolahraga saat Ramadan. (AI Generated)

Malang, SERU.co.id – Menjaga kebugaran saat puasa tetap bisa dilakukan dengan strategi pengaturan waktu, intensitas dan pola hidrasi yang tepat. Sehingga olahraga kebugaran tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah selama Ramadan.

Sejumlah pakar kesehatan pun membagikan panduan agar aktivitas fisik selama Ramadan tetap aman dan bermanfaat.

Bacaan Lainnya

1. Utamakan Ibadah, Bukan Performa

Menurut dr. Tirta Mandira Hudhi, olahraga di bulan Ramadan sebaiknya tidak mengganggu amalan utama.

“Ramadan itu fokusnya amalan dulu, baru otot. Jangan memaksakan target fisik ekstrem, apalagi sampai menyebabkan lemas saat ibadah,” seru dr. Tirta, dikutip dari Youtube @@Tirta Pengpengpeng, Jumat (20/2/2026).

2. Pilih Waktu Olahraga yang Tepat

Waktu sangat menentukan keamanan olahraga saat puasa. Beberapa pilihan yang relatif aman:

  1. Menjelang berbuka puasa
    Cocok untuk intensitas ringan karena tubuh bisa segera minum setelahnya.
  2. Setelah berbuka ringan
    Konsumsi kurma dan air terlebih dahulu sebelum olahraga.
  3. Setelah tarawih
    Tubuh sudah mendapat asupan energi, tetapi perhatikan waktu tidur.
  4. Sebelum atau setelah sahur
    Tubuh masih terhidrasi. Namun risikonya adalah berkurangnya jam istirahat.

3. Pilih Intensitas Ringan hingga Sedang

Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Malang, Prisca Widiawati SPd MPd menyarankan, olahraga dengan intensitas ringan–sedang agar tubuh tidak kekurangan energi.

“Olahraga ringan hingga sedang seperti stretching, yoga, pilates, berjalan kaki, jogging, atau bersepeda lebih aman. Untuk waktu, menjelang berbuka atau sebelum sahur bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

4. Jangan Kejar Bulking, Fokus Maintenance

dr. Tirta menegaskan, Ramadan bukan waktu ideal untuk menambah massa otot. Waktu makan terbatas membuat tubuh sulit mencapai surplus kalori. Lebih aman menjadikan Ramadan sebagai fase maintenance atau cutting ringan untuk menurunkan lemak tubuh.

5. Awali dan Akhiri Puasa dengan Cerdas

Kurma dianjurkan sebagai makanan pembuka puasa, karena cepat diserap tubuh. Tiga butir kurma sudah cukup memberi energi awal. Hindari minuman manis berlebihan yang dapat memicu lonjakan gula darah.

6. Jaga Hidrasi dengan Pola 4-2-2

Pakar kesehatan IPB, dr. Agil Wahyu Wicaksono, merekomendasikan pola minum 4-2-2. Yakni 4 gelas saat berbuka, 2 gelas di malam hari dan 2 gelas saat sahur

“Jangan minum terlalu banyak sekaligus saat sahur. Karena itu membuat cairan cepat terbuang lewat urine,” tambahnya, dilansir dari website IPB.

Versi Bahasa Inggris

7. Perhatikan Kondisi Tubuh dan Istirahat

Olahraga saat puasa tetap aman bagi individu sehat. Terutama selama tidak mengejar performa maksimal.

“Dengarkan sinyal tubuh, jika pusing, lemas, atau mual, segera hentikan aktivitas. Tidur ideal tetap 7–9 jam per hari. Bisa disiasati dengan tidur malam lebih singkat ditambah tidur siang,” pungkas dr. Agil. (aan/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id