Strategi JNE Mengantisipasi Lonjakan Volume Pengiriman selama Ramadan

Strategi JNE Mengantisipasi Lonjakan Volume Pengiriman selama Ramadan
Strategi JNE menghadapi lonjakan volume pengiriman selama Ramadan. (dok. Humas JNE)

Malang, SERU.co.id – Mengantisipasi lonjakan volume pengiriman selama Ramadan, JNE telah melakukan berbagai strategi persiapan secara menyeluruh dengan memperkuat infrastruktur dan kapasitas operasional. JNE memperkirakan volume pengiriman selama Ramadan tetap tumbuh positif di kisaran 20–30 persen, dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Branch Manager JNE Malang, Windhu Abiworo mengatakan, momen Ramadan dan Idul Fitri menjadi salah satu momentum puncak aktivitas logistik setiap tahunnya. Seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pengiriman parsel, serta transaksi e-commerce.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga yang menjadi kontributor utama. Sekaligus meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan JNE,” seru Windhu, sapaannya dalam keterangan resminya kepada SERU.co.id.

JNE telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh dengan memperkuat infrastruktur dan kapasitas operasional. Didukung lebih dari 50.000 karyawan dan 11.000 unit armada, JNE mengoptimalkan Mega Hub seluas 4 hektare berlokasi strategis di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dilengkapi dengan Automatic Sorting Center untuk mempercepat proses sortir dan distribusi kiriman.

JNE juga memanfaatkan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Serta meningkatkan fleksibilitas jam operasional dan pengaturan rute distribusi pada titik-titik dengan volume tinggi.

“Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra transportasi juga terus diperkuat untuk memastikan kelancaran pengiriman selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” imbuh Windhu.

Tantangan JNE Menjaga Kualitas Layanan selama Ramadan

Adapun sejumlah tantangan berpotensi dihadapi, seperti arus lalu lintas saat mudik, pembatasan angkutan darat, kondisi cuaca, hingga kepadatan jalur distribusi. Telah diantisipasi melalui penerapan strategi distribusi multimoda yang fleksibel.

“JNE mengoptimalkan jalur darat, udara, dan laut. Serta memanfaatkan teknologi dan sistem pemantauan secara real-time untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman dan kualitas layanan sesuai standar layanan (SLA),” terang Windhu.

Versi Bahasa Inggris

Melalui kesiapan operasional, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi, JNE optimis dapat menjaga kualitas layanan selama Ramadan. JNE meyakini, ketika ekosistem tempat JNE berada tumbuh secara sehat, maka JNE akan tumbuh bersama.

“Komitmen ini sejalan semangat ‘Connecting Happiness’ dengan bergerak bersama seluruh stakeholder, agar layanan pengiriman tetap dapat menghadirkan kebahagiaan. Serta mendukung momen kebersamaan masyarakat Indonesia selama Ramadan dan Lebaran Idul Fitri,” tandasnya. (rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id