Performa PlayStation 6 Melonjak 3 Kali, Begini Bocoran Spesifikasinya

Performa PlayStation 6 Melonjak 3 Kali, Begini Bocoran Spesifikasinya
Ilustrasi PS6. (AI Generated)

Jakarta, SERU.co.id – Konsol generasi terbaru PlayStation 6 (PS6) dikabarkan mengalami lonjakan performa hingga 3 kali lipat dari PS5 standar, hampir dua kali PS5 Pro, terutama rasterisasi dan ray tracing. Mengandalkan arsitektur AMD Zen 6 hingga teknologi AI untuk pengalaman gaming 4K 120 FPS, bocoran analis dan dokumen internal industri peluncuran PS6 diperkirakan akhir 2028.

CFO Sony, Lin Tao menyebut, memasuki tahun keenam, PS5 masih berada di tengah perjalanan dan akan memiliki siklus hidup lebih panjang. Strategi ini dinilai masuk akal mengingat PS4 masih sangat aktif di pasar. Didukung oleh rilis lintas generasi dari judul-judul besar, seperti EA FC, NBA 2K, Call of Duty, hingga Marvel Rivals.

Bacaan Lainnya

Bocoran Spesifikasi: Target 4K 120 FPS

Sentimen pasar menunjukkan belum ada urgensi besar untuk perangkat keras baru. Banyak pemain menilai PS5 belum sepenuhnya mencapai potensi maksimalnya, serupa dengan kondisi PS4 pada 2018. Situasi ini mendorong Sony kembali menjaga relevansi PS5 lebih lama sebelum transisi penuh ke PS6.

Bocoran paling signifikan datang dari kanal YouTube Moore’s Law Is Dead. Pihaknya mengklaim memperoleh dokumen internal AMD tahun 2023. PS6 disebut menggunakan chip AMD berkode “Orion”, dengan konfigurasi sebagai berikut:

  1. CPU: 8 core Zen 6c + 2 core Zen 6
  2. GPU: RDNA 5 dengan 40–54 Compute Units @ 3GHz+
  3. Performa GPU: sekitar 34–40 TFLOPs FP32
  4. RAM: 30GB GDDR7
  5. Bus memori: 160-bit, bandwidth hingga 640 GB/s
  6. Konsumsi daya: sekitar 160W TBP
  7. Desain chiplet (turunan Navi 5)
  8. Kompatibel dengan game PS5 dan PS4

Secara performa, PS6 diklaim menawarkan lonjakan hingga tiga kali lipat dari PS5 standar. Bahkan hampir dua kali PS5 Pro, terutama pada rasterisasi dan ray tracing.

Sony juga dikabarkan menyiapkan teknologi AI generasi baru, termasuk PSSR 2.0. Teknologi ini memungkinkan game berjalan pada resolusi dasar lebih rendah. Namun tetap menghasilkan output visual tinggi, dengan target 4K 120 FPS dan ray tracing lebih stabil.

Dari sisi desain, PS6 dikabarkan mengusung bentuk lebih sederhana dan ramping, berbeda dari PS5 yang menjulang tinggi. Sony juga disebut hanya akan merilis satu SKU digital-only saat peluncuran. Dengan drive disk dijual terpisah.

Selain itu, Sony disebut memperkenalkan akselerator khusus bernama Amethyst. Berfungsi meningkatkan efisiensi AI dan ray tracing langsung di tingkat hardware.

Versi Bahasa Inggris

Harga dan Strategi SKU

Meski spesifikasinya ambisius, Sony disebut tidak ingin mengulangi kesalahan harga mahal di masa lalu. PS6 diperkirakan dibanderol mulai US$599. Namun kemungkinan varian premium lebih mahal, dilengkapi SSD 2TB dan drive disk lepas-pasang.

Namun, penggunaan GDDR7 30GB menjadi tantangan tersendiri. Memori generasi terbaru ini saat ini mahal akibat tingginya permintaan dari sektor AI dan pusat data. Sejumlah diskusi komunitas menilai 20GB sebenarnya sudah cukup, demi menjaga harga tetap kompetitif.

Rumor paling kontroversial datang dari paten kontroler baru Sony. Dimana menampilkan konsep tanpa tombol fisik, digantikan permukaan sentuh kapasitif dinamis. Meski masih sebatas konsep, paten ini memicu perdebatan luas di komunitas.

Tak hanya itu, Sony juga dikabarkan menyiapkan konsol genggam PlayStation berkode Project Canis. Perangkat ini disebut mampu menjalankan game PS6 secara lokal. Terutama berkat APU AMD Zen 6c kustom, tanpa bergantung pada streaming.

Meski masih berstatus rumor, PlayStation 6 tampaknya akan menjadi lompatan teknologi besar. Namun tetap mengedepankan efisiensi, harga dan pasar massal. Sony sendiri tampaknya bukan sekadar paling kencang, tetapi paling seimbang. (aan/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id