Ini Cara Berkendara Efisien agar Mudik Hemat BBM

Ini Cara Berkendara Efisien agar Mudik Hemat BBM
Ilustrasi mudik hemat BBM. (AI Generated)

Malang, SERU.co.id – Mudik Lebaran dapat dilakukan lebih hemat bahan bakar jika menerapkan gaya berkendara efisien. Konsep eco driving dinilai mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi emisi kendaraan secara signifikan. Pakar menyebut kunci utamanya pada pola mengemudi hinga pengelolaan beban selama perjalanan.

Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan Ammar Putra menjelaskan, efisiensi bahan bakar sangat dipengaruhi cara pengemudi mengoperasikan kendaraan. Menurutnya, menjaga performa mesin tetap optimal menjadi kunci utama dalam perjalanan jauh seperti mudik.

Bacaan Lainnya

“Eco driving pada dasarnya adalah menjaga kerja mesin tetap stabil. Terutama pada putaran ideal, sehingga pembakaran lebih efisien dan konsumsi bahan bakar bisa ditekan,” seru Fauzan, Jumat (20/3/2026).

Ia menekankan, pentingnya menjaga kecepatan tetap konstan. Akselerasi mendadak dan perubahan laju drastis justru menjadi penyumbang terbesar pemborosan bahan bakar. Selain itu, penggunaan transmisi yang tepat juga berperan penting. Menahan gigi rendah terlalu lama dapat membuat mesin bekerja lebih berat dan boros energi.

“Pengaturan Revolutions Per Minute (RPM) juga tak kalah krusial. Mesin memiliki rentang putaran ideal untuk bekerja secara efisien. RPM yang terlalu tinggi akan meningkatkan konsumsi BBM, sementara terlalu rendah justru membebani mesin,” tambahnya.

Hal menarik lainnya yang sering diabaikan adalah kebiasaan membuka jendela saat berkendara. Secara aerodinamika, hal ini meningkatkan hambatan udara, sehingga kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar. Fauzan menyarankan penggunaan AC secara bijak dengan mode resirkulasi untuk menjaga efisiensi.

Sementara itu, Pakar Otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menyoroti tiga faktor utama yang menentukan efisiensi energi selama mudik. Yakni gaya mengemudi, kondisi kendaraan dan beban muatan. Ia mengingatkan, gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar hingga 15–30 persen di jalan tol.

“Bahkan mencapai 10–40 persen pada kondisi lalu lintas padat. Akselerasi tiba-tiba, kecepatan tinggi dan pengereman mendadak menjadi penyebab utama borosnya BBM. Kondisi lalu lintas stop-and-go yang tidak diantisipasi juga membuat konsumsi energi semakin meningkat,” jelasnya.

Dari sisi teknis, Yannes menekankan, pentingnya perawatan kendaraan sebelum perjalanan jauh. Servis berkala, penggantian oli tepat waktu dan memastikan filter udara bersih dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal.

“Tekanan ban juga perlu diperhatikan. Ban dengan tekanan sesuai mampu mengurangi rolling resistance atau hambatan gulir. Yaitu gaya yang muncul akibat deformasi ban saat bersentuhan dengan jalan,” ungkap Yannes.

Versi Bahasa Inggris

Selain itu, pengemudi disarankan mengelola beban kendaraan dengan bijak. Muatan berlebih tidak hanya meningkatkan konsumsi bahan bakar, tetapi juga berisiko menyebabkan mesin overheat. Penggunaan roof rack kosong pun sebaiknya dihindari karena dapat menambah hambatan angin.

“Kendaraan yang dilengkapi teknologi seperti cruise control bisa dimanfaatkan guna menjaga kecepatan tetap stabil di jalan tol,” pungkasnya. (aan/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id