Batu, SERU.co.id – Musim liburan atau perjalanan jauh sering kali terganggu oleh munculnya gejala mabuk kendaraan atau Motion Sickness. Rasa mual, pusing, hingga muntah menjadi musuh utama bagi sebagian pemudik.
Menanggapi hal ini, praktisi pengobatan tradisional dari Kota Batu memberikan solusi praktis melalui teknik pijat mandiri atau akupresur. ​Muwahid Hasan, Amd. Battra., praktisi dari Griya Terapi Detoks Kota Batu menjelaskan, mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidakselarasan antara indra penglihatan dan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.
​”Otak menerima sinyal yang membingungkan. Mata melihat pergerakan, tetapi tubuh merasa diam, atau sebaliknya. Hal ini memicu reaksi stres pada sistem saraf yang bermanifestasi sebagai mual dan pusing,” seru Muwahid.
​Menurut Muwahid, ada beberapa titik pada tubuh yang bisa ditekan secara mandiri untuk meredakan gejala tersebut tanpa harus langsung bergantung pada obat-obatan kimia. Titik pertama adalah Neiguan (Pericardium 6), dimana titik ini adalah yang paling utama untuk mengatasi mual. Titik ini terletak sekitar tiga jari di atas pergelangan tangan bagian dalam, di antara dua urat nadi.
“Tekan titik ini dengan ibu jari selama 2 hingga 3 menit secara stabil. Ini akan membantu menenangkan lambung dan mengurangi dorongan untuk muntah,” jelas Muwahid.
​Titik selanjutnya adalah Hegu (Large Intestine 4) yang terletak di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk. Titik ini dikenal efektif meredakan sakit kepala dan ketegangan saraf yang sering menyertai mabuk kendaraan. Namun, ia mengingatkan agar titik ini tidak ditekan terlalu keras pada ibu hamil.
​
“Ada juga Titik Feng Chi yang berada di bagian belakang kepala, tepat di bawah tulang tengkorak pada lekukan otot leher. Menekan titik ini dapat membantu meredakan pusing berputar dan memberikan efek relaksasi pada area kepala,” imbuh Hasan sapaannya.
​
​Selain pemijatan, Hasan menekankan pentingnya manajemen pernapasan saat melakukan terapi mandiri ini. Ia menyarankan untuk menghirup napas dalam melalui hidung dan mengeluarkannya perlahan melalui mulut.
​”Pijat mandiri ini adalah upaya mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh. Jika dipadukan dengan menghirup aroma segar seperti minyak kayu putih atau pepermin, efeknya akan jauh lebih cepat dirasakan,” tuturnya.
​Hasan juga menyarankan bagi para pelaku perjalanan untuk melakukan pemijatan ini segera setelah gejala awal seperti keringat dingin atau sendawa berlebih muncul. Bukan menunggu hingga kondisi mual sudah parah.
“​Dengan teknik yang tepat, perjalanan mudik maupun wisata di wilayah pegunungan seperti Kota Batu yang penuh kelokan dapat dilalui dengan lebih nyaman dan bugar,” tukasnya. (dik/mzm)









