Dirinya melihat eksisnya penerapan Blue Ocean Strategy pada pebisnis sekelas Netflix, Wocket-smart wallet, Bitgold, Google Home, Pay Pall, Iphone, Matternett, Skype Translator, AirBnB, Uber, dan lain sebagainya.
“Bisa jadi di antara mereka muncul menjadi kompetitor yang saling mematikan. Tapi dalam faktanya, pebisnis ini bisa bersinergi, bersanding (cooperation) meraih keuntungan bersama bukan bersaing,” terangnya, didampingi Ketua Senat, Prof Dr Patrisius I Djiwandono.
Dimana prinsip Red Ocean strategi yang penuh dengan persaingan tidak ada habisnya, ditinggalkan. Namun beralih ke Blue Ocean Strategy (BOS), karena kemenangan bukan dalam persaingan untuk menyingkirkan competitor bisnis lainnya.
“Namun bisa bersanding/bersinergi networking dan cooperation untuk mencari keuntungan bersama-sama. Itulah kondisi ekonomi new normal yang kita inginkan. Kemakmuran bersama dan pemerataan hasil-hasilnya,” tegasnya.
Sebagai penutup orasi ilmiah, Prof. Murpin menjelaskan, bisnis tidak bisa lagi business as usual. Harus siap tinggalkan pola dan jenis yang lama baik, yakni jenis produk, pola proses produksi, pola promosi/marketing, channel distribusi, pelayanan after salesnya dan pola engagement customernya.
“Target 2023, kami menargetkan ada 5 gubes dari Ma Chung. Dimana satu di antaranya adalah dirinya. Yakni meliputi guru besar bidang Bahasa Inggris, IT, manajemen keuangan dan akuntansi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM menyampaikan, elamat dan sukses untuk Prof Dr Murpin Josua Sembiring SE MSi. Harapannya, pengukuhan ini menjadi bernilai, karena karya-karyanya bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia.
“Pendidikan di Indonesia semakin maju, karena banyak Professor di wilayah VII Jawa Timur.
Pengukuhan Guru Besar Universitas Ma Chung merupakan keberhasilan yang bukan saja kebanggaan diri, tetapi juga kebanggaan Universitas Ma Chung,” jelas mantan Rektor Uniga ini.
Dirinya menyebutkan, semoga setelah ini akan menyusul Guru Besar yang lain di Universitas Ma Chung. Agar terus mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia. (rhd)
Baca juga:
- Pengamat Berharap Rencana Bahasa Perancis Wajib di Sekolah Tidak Sekadar Agenda Diplomasi
- Jelang SPMB 2026, DPRD Kabupaten Malang Waspada Potensi Kecurangan dan Penambahan Rombel Dadakan
- Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo Apresiasi Inovasi Pendidikan di EJIES 2026
- Suli Da’im Apresiasi Program Kemandirian Ekonomi Guru GTT
- Brawijaya Career Expo 2026 Libatkan 54 Perusahaan, UB Perkuat Link and Match Dunia Kerja









