Malang, SERU.co.id – Universitas Ma Chung menggelar Kelas Karier bertajuk “The Talent Lab: Menguak Misteri di Balik Jenjang Promosi”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi Fanny Darsono untuk berbagi wawasan dan strategi pengembangan karier kepada mahasiswa. Mahasiswa diajak memahami kesuksesan di dunia kerja yang dipengaruhi kemampuan mengembangkan diri.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo MS MSc menyatakan, mahasiswa harus melihat lebih nyata bagaimana dunia kerja berjalan. Melalui diskusi interaktif, peserta memahami perjalanan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Namun juga sikap profesional, kebiasaan belajar dan kemampuan beradaptasi.
“Empat tahun masa kuliah adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari para praktisi. Bekal pengembangan diri akan sangat menentukan perjalanan karier dan kehidupan ke depan,” seru Prof Yufra, Jumat (13/3/2026).
Prof Yufra menyampaikan, apresiasi kepada Fanny Darsono. Dimana telah bersedia hadir dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Fanny mengungkapkan, peluang promosi bagi generasi muda di dunia kerja tidak selalu mudah. Berdasarkan data PwC 2026, hanya sekitar 10,2 persen Generasi Z berhasil mendapatkan promosi dalam waktu 18 bulan pertama bekerja.
“Fakta ini menunjukkan pengembangan diri menjadi faktor penting bagi pekerja muda. Kompetensi tidak hanya perlu dibangun melalui pendidikan formal. Namun juga melalui pengalaman, kebiasaan belajar, dan kemauan terus meningkatkan kemampuan,” tegas Commissioner sekaligus Human Resources Manager PT Arthawenasakti Gemilang itu.
Fanny mengingatkan, pentingnya sikap rendah hati bagi karyawan baru ketika memasuki lingkungan kerja. Ia menilai, kemampuan mendengarkan, mengamati dan memahami budaya perusahaan merupakan bekal penting dalam proses adaptasi.
“Perubahan pasar berlangsung cepat menuntut setiap individu terus belajar dan bersikap adaptif. Dengan kemampuan adaptasi, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja,” jelasnya.
Selain membahas aspek profesional, Fanny turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik. Menurutnya, kondisi psikologis seperti kecemasan dapat memengaruhi kemampuan seseorang. Terutama dalam belajar maupun bekerja.
Ia menjelaskan, rasa cemas berlebihan dapat menurunkan konsentrasi. Bahkan memicu kondisi brain fog yang membuat seseorang sulit menyerap informasi secara optimal.
“Ketika merasa cemas, kesehatan dan stamina bisa ikut terdampak. Padahal, untuk belajar dan bekerja dibutuhkan kondisi tubuh prima. Dengan prima, kita bisa menerima informasi dan menjalankan tugas dengan baik,” katanya.
Melalui kegiatan Kelas Karier ini, Universitas Ma Chung berharap, mahasiswa memperoleh gambaran jelas tentang realitas dunia kerja. Bekal tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa mempersiapkan diri sejak dini. Baik dari sisi kompetensi, sikap profesional, maupun kebiasaan positif. (aan/rhd)









