​Batu, SERU.co.id – Menghadapi tantangan penurunan tingkat hunian selama bulan suci Ramadan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Kota Batu mulai melirik segmen pasar spesifik di luar konsumen muslim. Langkah taktis ini diambil guna menjaga Cash flow serta menutup biaya operasional hotel yang tetap berjalan meski kunjungan melandai.
​Ketua DPC PHRI Batu, H. Sujud Hariadi SE, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di Kota Batu saat Ramadan umumnya merosot tajam hingga di bawah 20 persen. Penurunan ini biasanya terjadi sejak pekan pertama hingga memasuki pekan ketiga Ramadan.
​”Okupansi biasanya baru akan meningkat di minggu ketiga, saat masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik dan mampir ke hotel. Sementara minggu pertama dan kedua biasanya drop, itu sudah menjadi siklus biasa,” seeu Sujud.
​Selain faktor musiman, lesunya okupansi tahun ini juga dipicu oleh berkurangnya kegiatan instansi pemerintah di hotel akibat kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi ini kian menekan pendapatan sektor perhotelan yang harus menanggung biaya operasional tinggi.
​Sebagai solusi, PHRI mendorong para anggotanya untuk lebih agresif menggaet pasar non-muslim melalui program-program khusus. Salah satu yang diunggulkan adalah paket kegiatan retreat.
​”Program retreat dengan mencari konsumen di luar pasar muslim menjadi salah satu cara untuk menolong sebagian operasional hotel,” ungkap Sujud.
Versi Bahasa Inggris
​​Langkah inovatif ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Batu. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto S.sos MM, menilai perluasan target pasar ke segmen non-muslim merupakan strategi cerdas untuk bertahan di masa low season ini. Pemkot ​Batu berkomitmen untuk membantu sektor ini melalui promosi Digital maupun kolaborasi lintas dinas.
“Kami ikut memasarkan paket Iftar (buka puasa) dari hotel dan restoran melalui media sosial resmi Disparta. Kami juga berupaya mengajak dinas-dinas lain untuk tetap berkolaborasi dengan teman-teman PHRI meskipun saat ini sedang ada efisiensi anggaran,” pungkas Onny. (dik/ono)









